Curhat Pilu Ghea Indrawari di PALI: Kelaparan, Makan Ciki, hingga Drama dengan LO

Pernah kebayang nggak sih, di balik gemerlap panggung dan sorotan lampu yang memukau, ternyata ada musisi yang harus menahan lapar karena urusan logistik yang zonk? Sayangnya, ini bukan adegan sinetron, tapi pengalaman nyata yang baru saja dialami penyanyi cantik, Ghea Indrawari.

Kejadian kurang mengenakkan ini terjadi saat Ghea menjadi bintang tamu di acara Festival Candi Bumi Ayu 2025 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, pada Jumat malam (21/11/2025). Bukannya disambut dengan jamuan hangat khas daerah, Ghea dan timnya justru harus menelan kekecewaan (dan rasa lapar) gara-gara miskomunikasi dengan pihak panitia.

Yuk, kita simak kronologinya biar kejadian kayak gini nggak terulang lagi di event-event seru lainnya!

Melalui unggahan Instagram Story-nya pada Minggu (23/11/2025), Ghea menumpahkan unek-uneknya. Ia mengaku bahwa dirinya dan tim kesulitan mendapatkan makanan berat yang layak, padahal hal tersebut sudah tercantum dalam riders (daftar permintaan artis).

“Tim aku udah nggak kuat, makan siang ayamnya asem, aku makan ciki,” tulis Ghea. Bayangkan, Sobat Beranjak, harus tampil maksimal di panggung dengan perut yang cuma diganjal jajanan ringan!

Situasi makin runyam karena Ghea tidak bisa memesan ojek online di lokasi tersebut, dan tidak memungkinkan untuk keluar mencari makan sendiri karena harus mengejar jadwal perjalanan darat ke Palembang pada pukul 02.00 dini hari.

Nah, yang bikin netizen ikutan gemas adalah respons dari Liaison Officer (LO) yang bertugas mendampingi Ghea. Saat Ghea meminta bantuan untuk dicarikan makanan, responsnya dinilai lamban dan kurang solutif.

Ghea bahkan sempat berinisiatif mencari info penjual makanan yang masih buka lewat story Instagram. Tapi, saat info itu dikasih ke LO, eh, malah nggak ditindaklanjuti dengan cepat.

“Tiba-tiba beliau ngehubungin tim aku, kirain bawa makanan, ternyata minta aku take down story aku,” ungkap Ghea dengan nada kecewa. Ternyata, alasan keterlambatan itu karena pihak LO sedang berdebat dengan tim logistik soal siapa yang harusnya nyiapin makanan. Duh, malah lempar-lemparan tanggung jawab!

Akhirnya, tim Ghea terpaksa menyuruh driver pribadi mereka—yang harusnya istirahat buat nyetir 4 jam ke Palembang—untuk pergi membelikan makanan.

Sobat Beranjak, kasus ini jadi pengingat keras buat para penyelenggara event, terutama di daerah. Mengundang artis ibu kota itu bukan cuma soal bayar honor manggung, tapi juga soal hospitality atau pelayanan.

  1. Penuhi Riders: Riders itu bukan daftar keinginan manja, tapi kebutuhan dasar tim artis untuk bisa bekerja profesional. Makanan yang layak dan higienis itu wajib hukumnya.
  2. Komunikasi yang Baik: LO adalah jembatan antara artis dan panitia. Kalau ada kendala, komunikasikan dengan jujur dan cari solusi cepat, bukan malah minta take down story duluan demi citra.
  3. Kesiapan Logistik: Pastikan konsumsi aman, apalagi di daerah yang mungkin akses aplikasinya terbatas.

Meskipun kecewa berat sama oknum panitia, Ghea tetap menunjukkan kelasnya. Dia menegaskan bahwa dia nggak punya masalah sama sekali dengan warga PALI atau penyelenggara acara secara keseluruhan. Kekecewaannya murni ditujukan pada penanganan tim LO yang kurang sigap.

Semoga kejadian ini jadi pelajaran berharga buat kita semua ya. Musisi juga manusia, butuh makan biar suaranya tetap emas!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait