Gowes Ontel Rasa Nostalgia: Cara Unik Menag Nasaruddin Umar Rayakan Hari Guru 2025

Minggu pagi (23/11/2025) di Jakarta ada pemandangan yang nggak biasa, lho! Kalau biasanya pejabat negara identik dengan mobil dinas mewah, kali ini Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar, justru tampil beda. Beliau terlihat asik mengayuh sepeda ontel tua, lengkap dengan setelan vintage yang bikin kita serasa terlempar ke mesin waktu.

Bukan sekadar cari keringat, aksi ini ternyata punya makna mendalam dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada 25 November besok. Bersama ratusan guru lintas iman se-Jabodetabek, Pak Menteri mengajak kita mengenang kembali perjuangan para “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” di masa lampau.

Yuk, kita intip keseruannya dan pesan apa yang ingin disampaikan buat kita, Generasi Nusantara!

Bayangkan, Sobat Beranjak: Ratusan orang bersepeda santai dari kantor Kementerian Agama menuju Lapangan Banteng, semuanya mengenakan pakaian ala guru zaman dulu. Pak Menag sendiri tampil karismatik dengan setelan klasik warna hijau dan peci hitam, persis seperti tokoh-tokoh guru di buku sejarah.

“Ya, nostalgia dulu guru-guru memakai pakaian seperti ini. Guru-guru itu tokoh masyarakat, ya. Luar biasa,” ujar Menag Nasaruddin dengan antusias.

Kenapa harus sepeda ontel? Ternyata ini simbol dedikasi. Zaman dulu, belum ada motor matic atau ojek online. Guru-guru kita harus mengayuh sepeda—bahkan berjalan kaki puluhan kilometer—demi bisa mengajar murid-muridnya di pelosok.

“Dulu kan tidak ada motor, tidak ada mobil. Ya, jalan kaki kejauhan. Makanya kita pakai sepeda,” kenangnya.

Di era serba instan ini, aksi gowes ontel Pak Menag jadi pengingat keras buat kita. Bahwa pendidikan yang kita nikmati sekarang—dengan segala fasilitas gadget dan internet—adalah buah dari perjuangan panjang para pendidik di masa lalu.

Mereka rela lelah fisik, gaji pas-pasan, demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Nilai kesederhanaan dan ketulusan inilah yang ingin dihidupkan kembali. Jadi, kalau kamu masih sering mager ke sekolah atau kampus padahal fasilitas sudah enak, malu dong sama guru-guru zaman old!

Selain soal nostalgia, Menag Nasaruddin juga menyelipkan pesan kekinian yang relevan banget buat anak muda: Ekoteologi atau peduli lingkungan.

Beliau mengingatkan bahwa sepeda bukan cuma alat transportasi masa lalu, tapi solusi masa depan. “Sepeda itu manfaatnya banyak. Olahraga, bebas polusi, cepat sampai, dan biayanya murah,” jelasnya.

Ini sejalan dengan semangat Generasi Nusantara yang makin aware soal isu perubahan iklim. Jadi, bersepeda ke sekolah atau kantor itu nggak cuma sehat, tapi juga keren karena kamu ikut nyelamatin bumi!

Momen Hari Guru Nasional ini adalah waktu yang tepat buat kita say thank you ke guru-guru atau dosen yang pernah membimbing kita. Tanpa mereka, mungkin kita nggak akan bisa baca artikel ini atau punya mimpi setinggi langit.

Yuk, jadikan semangat HGN 2025 ini sebagai momentum untuk lebih menghormati ilmu dan para penyebarnya. Selamat Hari Guru Nasional!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait