
Siapa bilang laut cuma soal ikan dan pantai yang indah buat healing? Di era digital ini, laut adalah laboratorium raksasa yang menyimpan kunci masa depan bumi, mulai dari mitigasi perubahan iklim sampai sumber energi baru.
Nah, ada kabar keren nih buat kita semua. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia baru saja memperkuat kolaborasinya dengan China untuk menaikkan level teknologi kelautan kita. Bukan sekadar jabat tangan, kolaborasi ini melibatkan transfer ilmu tingkat tinggi yang bakal bikin SDM kita makin jago mengelola “Harta Karun Biru” Nusantara.
Yuk, kita bedah apa saja isi kerja sama ini dan kenapa ini penting banget buat masa depan kita!
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggandeng First Institute of Oceanography (FIO) dari Kementerian Sumber Daya Alam China untuk menggelar pelatihan bertajuk “China-Indonesia Marine Technology Training”.
Acara yang berlangsung di Jakarta pada 17-20 November 2025 ini bukan seminar biasa, Sobat Beranjak. Ini adalah ajang “buka-bukaan” ilmu pengetahuan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapabilitas teknologi kelautan Indonesia.
“Pelatihan ini bukan sekadar untuk diseminasi pengetahuan melainkan jembatan pertukaran, katalis kolaborasi, dan lahan persemaian bagi kemitraan di masa depan,” ujar Bailin Cong, Direktur Indonesia-China Climate and Ocean Center.
Peserta pelatihan yang terdiri dari para profesional dan akademisi diajak menyelami berbagai topik “daging”, antara lain:
- Ekonomi Biru (Blue Economy): Bagaimana memanfaatkan laut untuk ekonomi tanpa merusaknya.
- Restorasi Ekologi: Cara memulihkan terumbu karang dan ekosistem laut yang rusak.
- Teknologi Akuakultur Berkelanjutan: Budidaya ikan dan rumput laut dengan teknologi canggih yang ramah lingkungan.
- Mitigasi Perubahan Iklim: Pemanfaatan alga dan laut sebagai penyerap karbon (carbon sink) alami.
Sobat Beranjak mungkin bertanya, “Kenapa harus sama China?”
Jawabannya simpel: China adalah salah satu negara dengan teknologi kelautan termaju saat ini. Kolaborasi ini adalah jalan pintas (shortcut) cerdas bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan teknologi tanpa harus mulai dari nol.
Kita punya laut yang luas, tapi kalau tidak punya teknologi dan SDM yang mumpuni, potensi itu hanya akan jadi cerita. Dengan adanya transfer teknologi ini, kita bisa:
- Memprediksi bencana laut lebih akurat.
- Mengelola perikanan dengan data, bukan lagi tebak-tebakan.
- Menciptakan lapangan kerja baru di sektor high-tech maritim buat Generasi Nusantara.
Kolaborasi ini juga mencakup kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menunjukkan keseriusan kedua negara dalam riset dan inovasi.
Bagi Sobat Beranjak yang tertarik dengan dunia sains, teknik lingkungan, atau kelautan, ini adalah sinyal positif. Lapangan kerja di sektor ekonomi biru bakal makin terbuka lebar dan butuh talenta-talenta muda yang melek teknologi.
Laut adalah ruang kelas kita, dan pengetahuan adalah senjata paling ampuh. Yuk, dukung terus upaya pemerintah menjadikan Indonesia bukan hanya negara maritim di peta, tapi juga raksasa teknologi maritim di dunia nyata!









