
Kalau ngomongin soal aktor watak Indonesia, nama Reza Rahadian pasti langsung top of mind. Wajahnya yang wara-wiri di layar lebar sering bikin kita bercanda, “Film Indonesia isinya Reza lagi, Reza lagi.” Tapi, di balik candaan itu, ada pengakuan tulus kalau kualitas aktingnya memang next level.
Nah, ada kabar mengejutkan sekaligus membanggakan dari ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Reza kembali naik panggung untuk menerima Piala Citra. Namun, kali ini bukan untuk kategori Aktor Terbaik seperti biasanya.
Sobat Beranjak, Reza Rahadian baru saja membuktikan bahwa ia adalah seniman sejati yang tak terbatas kotak peran. Ia membawa pulang Piala Citra ke-7 dalam kariernya sebagai Penulis Skenario Asli Terbaik!
Malam puncak FFI 2025 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025), menjadi saksi sejarah baru bagi pria kelahiran 1987 ini. Reza, bersama rekannya Felix K. Nesi, dinobatkan sebagai pemenang lewat film berjudul “PANGKU”.
Bagi yang belum tahu, “Pangku” adalah film yang juga disutradarai oleh Reza sendiri. Kemenangan ini terasa sangat spesial karena ini adalah trofi pertamanya dalam kapasitas sebagai penulis, bukan pemeran utama atau pendukung.
Bayangkan, Sobat Beranjak, biasanya kita melihat Reza totalitas memerankan Habibie atau Bossman. Kali ini, ia menuangkan ide, emosi, dan struktur cerita di atas kertas, dan hasilnya langsung diakui oleh dewan juri FFI. Keren abis, kan?
Momen saat Reza dan Felix naik ke podium penuh dengan rasa haru. Felix K. Nesi, penulis sastra yang menjadi rekan kolaborasi Reza, tak henti-hentinya mengucap syukur.
“Terima kasih ke Kak Reza dan seluruh tim Pangku yang telah mempercayakan saya,” ujar Felix di hadapan para sineas top Indonesia.
Reza sendiri tampak tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Namun, seperti biasa, ia tetap rendah hati. Dalam pidatonya, ia menyoroti betapa beratnya persaingan di kategori tersebut karena harus bersanding dengan sineas-sineas senior yang ia kagumi.
“Berada dalam satu kategori yang di dalamnya guru-guru saya, termasuk Mas Hanung dan Bang Joko,” ungkap Reza. Pengakuan ini menunjukkan kelasnya sebagai seniman yang selalu menghormati para mentornya.
Kemenangan skenario “Pangku” tentu bukan kebetulan. Film ini disebut-sebut memiliki naskah yang kuat dan memikat hati. Selain digarap oleh tangan dingin Reza dan Felix, film ini juga didukung oleh ensemble cast yang solid, mulai dari aktris legendaris Christine Hakim, Fedi Nuril, hingga talenta muda seperti Devano Danendra dan Claresta Taufan.
Kolaborasi lintas generasi ini—baik di depan maupun di belakang layar—menjadi bukti bahwa karya yang tulus dan digarap serius akan selalu menemukan jalannya menuju apresiasi tertinggi.
Sobat Beranjak, apa yang dilakukan Reza Rahadian ini adalah pesan nyata buat kita semua, terutama Gen Z dan Milenial yang sedang meniti karier.
Seringkali kita merasa “cukup” jago di satu bidang dan takut mencoba hal baru. “Ah, gue kan anak desain, mana bisa nulis,” atau “Gue kan orang teknis, nggak bakalan bisa ngomong di depan umum.”
Reza mematahkan mental blok itu. Ia yang sudah nyaman di puncak karier keaktoran, berani keluar dari zona nyaman untuk menjadi sutradara dan penulis. Dan hasilnya? Piala Citra ke-7!
Jadi, jangan pernah batasi potensimu. Jadilah multipotentialite. Eksplorasi semua bakat yang kamu punya. Siapa tahu, prestasi terbesarmu justru datang dari hobi atau skill baru yang baru saja kamu pelajari hari ini.
Selamat untuk Reza Rahadian dan tim “Pangku”! Ditunggu gebrakan selanjutnya!









