
Apa jadinya kalau “solidaritas” diuji saat kondisi kepepet? Ternyata, enggak semua pertemanan itu setia kawan, lho. Terbukti dari kejadian apes yang menimpa seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Palembang ini. Niat hati ingin untung bareng teman, eh malah ditinggal kabur saat aksi mereka ketahuan warga.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Plaju ini menjadi viral dan perbincangan hangat. Bukan cuma soal keberanian warga yang kompak menggagalkan aksi pencurian, tapi juga ironi nasib si pelaku yang ditinggal bestie-nya sendirian menghadapi massa. Yuk, simak kronologi lengkapnya!
Kejadian bermula pada Selasa petang (18/11/2025), sekitar pukul 18.30 WIB, di Jalan D.I. Panjaitan, Lorong Sunia, Kecamatan Plaju, Palembang. Saat itu, suasana peralihan sore ke malam yang biasanya sibuk dimanfaatkan oleh dua orang pelaku untuk melancarkan aksinya.
Target mereka adalah satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2016 milik seorang warga bernama Negesha. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Ferdinan Havis (48), warga Plaju Ilir, bertugas sebagai eksekutor.
Dengan mengendap-endap, Ferdinan mencoba menggasak motor korban. Namun, pepatah “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga” benar-benar kejadian. Apes, aksinya kepergok langsung oleh sang pemilik motor!
Melihat motor kesayangannya hendak dibawa kabur, korban spontan berteriak sekeras-kerasnya. Teriakan “Maling!” yang menggema di lorong sempit itu langsung memancing reaksi warga sekitar.
Di sinilah drama terjadi. Sobat Beranjak bisa bayangkan kepanikan pelaku saat sadar dirinya sudah terkepung. Warga yang sigap langsung berhamburan keluar rumah dan mengejar pelaku. Ferdinan pun tak berkutik dan berhasil diamankan oleh massa.
Nah, yang bikin nyesek (buat si pelaku sih), rekannya yang seharusnya standby atau membantu, justru memilih langkah seribu bayangan alias kabur meninggalkan Ferdinan sendirian. Definisi fake friend banget, ya?
Untungnya, situasi tidak berujung anarkis yang berlebihan. Kapolsek Plaju, AKP Andrian, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya segera datang ke lokasi untuk mengamankan pelaku dari amukan massa dan membawanya ke Mapolsek Plaju.
“Tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polsek Plaju,” ujar AKP Andrian, Rabu (19/11/2025).
Saat ini, Ferdinan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Sementara itu, motor Honda Beat milik korban berhasil diselamatkan dan dijadikan barang bukti.
Sobat Beranjak, kejadian ini mengajarkan kita dua hal penting.
- Kekuatan Komunitas: Reaksi cepat dan kekompakan warga Plaju patut diacungi jempol. Keamanan lingkungan memang tanggung jawab bersama. Saling peduli antar-tetangga adalah “CCTV” paling canggih.
- Waspada di Jam Rawan: Waktu kejadian sekitar pukul 18.30 WIB (Magrib) seringkali menjadi jam rawan karena kondisi lingkungan yang mulai sepi atau warga sedang sibuk beribadah. Pastikan kendaraanmu selalu terkunci ganda, atau pasang kunci rahasia tambahan.
Buat kamu yang tinggal di Palembang, tetap hati-hati ya! Kejahatan bisa terjadi kapan saja, tapi dengan kewaspadaan dan solidaritas, kita bisa bikin ruang gerak pelaku makin sempit.









