Waspada Modus Baru! Puluhan Warga Sumsel Tertipu Janji Manis Proyek “Makan Bergizi Gratis”

Siapa sih yang enggak antusias mendengar program pemerintah “Makan Bergizi Gratis” (MBG)? Program yang digadang-gadang bakal meningkatkan gizi anak bangsa ini memang lagi hype banget. Banyak UMKM dan pelaku usaha kuliner yang berharap bisa kecipratan rezeki dengan menjadi penyedia kateringnya.

Tapi hati-hati ya, Sobat Beranjak! Di tengah antusiasme itu, ternyata ada oknum-oknum nakal yang memanfaatkannya untuk mencari keuntungan pribadi. Kabar kurang sedap baru saja datang dari Palembang, di mana puluhan warga mendatangi Polda Sumsel karena merasa tertipu mentah-mentah oleh janji proyek MBG ini.

Yuk, simak kronologinya supaya kita dan keluarga bisa lebih waspada!

Pada Rabu malam (19/11/2025), suasana Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumatera Selatan mendadak ramai. Puluhan warga datang dengan wajah lesu dan marah. Mereka bukan sedang demo, melainkan melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang berinisial SPG dari pihak yang menamakan diri “Mitra Bakul Digital (MBD)”.

Anton Nurdin, pengacara yang mendampingi 25 orang korban, mengungkapkan bahwa kliennya telah mengalami kerugian materiil yang tidak sedikit. Harapan untung malah jadi buntung.

Bagaimana ceritanya mereka bisa tertipu? Modusnya ternyata cukup rapi dan meyakinkan, Sobat Beranjak.

Para pelaku tidak langsung meminta uang. Mereka memulainya dengan perekrutan warga lewat iming-iming mendapatkan jatah atau porsi penyaluran dalam program Makan Bergizi Gratis. Mereka menjanjikan keuntungan besar dan dana talangan sebagai modal. Siapa yang tidak tergiur?

Untuk semakin meyakinkan calon korbannya, terlapor bahkan menggelar seminar. Di sinilah para korban mulai percaya sepenuhnya bahwa mereka akan menjadi “mitra resmi” penyalur makanan.

“Peserta semakin percaya mereka bisa menjadi mitra resmi MBG,” ujar Anton Nurdin.

Setelah kepercayaan terbangun, barulah “jebakan batman” dilancarkan. Para korban diarahkan untuk melakukan transfer sejumlah uang sebagai uang muka (down payment) kerja sama atau istilahnya “top up”. Katanya sih, ini syarat wajib untuk mendapatkan kuota proyek MBG tersebut.

Yang bikin hati miris, beberapa korban saking semangatnya bahkan sudah keluar modal besar untuk membangun dapur katering, berharap pesanan ribuan porsi makanan segera datang. Namun, apa daya?

Hingga laporan ini dibuat, realisasi proyek yang dijanjikan nihil alias nol besar. Uang yang sudah ditransfer ke rekening terlapor pun raib, dan si oknum SPG kini menghilang bak ditelan bumi. Kejadian ini sendiri disinyalir sudah bermula sejak akhir tahun 2024 lalu, namun baru meledak sekarang setelah korban sadar janji manis itu palsu.

Sobat Beranjak, kasus di Sumsel ini adalah “alarm” keras buat kita semua, terutama yang punya orang tua atau kerabat yang sedang merintis usaha kuliner.

  1. Cek dan Ricek Jalur Resmi: Program pemerintah sebesar MBG pasti memiliki jalur pengadaan barang dan jasa yang resmi, transparan, dan bisa diakses infonya di situs kementerian atau dinas terkait. Jangan mudah percaya pada “jalur belakang” atau pihak ketiga yang tidak jelas afiliasinya.
  2. Waspada Biaya di Muka: Hampir semua penipuan berkedok proyek diawali dengan permintaan uang di muka (biaya administrasi, uang komitmen, dll). Jika ada yang minta transfer duluan sebelum kerja, red flag itu!
  3. Jangan Terbawa FOMO: Mentang-mentang programnya lagi viral, jangan sampai kita kehilangan nalar kritis. Sempatkan waktu untuk memverifikasi legalitas perusahaan yang mengajak kerja sama.

Semoga laporan ini segera diproses oleh pihak kepolisian dan pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Buat para korban, semoga ada jalan keluar terbaik.

Yuk, saling jaga dan saling ingatkan. Jangan biarkan orang-orang tersayang kita jadi korban selanjutnya!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait