
Ada sebuah kabar super penting yang datang dari Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bagi Sobat Beranjak yang sedang berjuang membesarkan usaha. Jika selama ini kamu merasa “terbentur” aturan limit pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), bersiaplah untuk sebuah revolusi. Mulai tahun 2026, pemerintah akan menghapus total batasan pengajuan KUR. Ya, kamu tidak salah baca: pinjam KUR bisa berkali-kali tanpa batas, dan bunganya tetap dipertahankan flat 6% per tahun.
Bagi Generasi Nusantara yang terjun sebagai entrepreneur—baik itu merintis coffee shop, membangun brand fashion lokal, atau mengembangkan agensi digital—ada satu kata yang selalu jadi tantangan sekaligus sahabat: Modal.
Modal adalah “bensin” untuk “Beranjak” lebih cepat. Tanpa akses modal yang sehat, banyak ide brilian terpaksa jalan di tempat. Kita semua tahu skenarionya: bisnis sedang ramai, cash flow terlihat bagus, dan ini adalah saat yang tepat untuk ekspansi. Mungkin kamu perlu membeli mesin kopi baru, menambah stok bahan baku, atau membuka cabang kedua.
Kamu melirik KUR, program subsidi andalan pemerintah. Kamu berhasil mendapatkannya. Bisnismu tumbuh! Tapi, beberapa tahun kemudian, saat kamu butuh suntikan dana lagi untuk “naik kelas” lebih tinggi, kamu terbentur tembok. Aturan lama (Permenko No. 1 Tahun 2023) membatasi berapa kali seorang debitur bisa menerima KUR, terutama untuk skema KUR super mikro.
Keresahan inilah yang tampaknya didengar dan dijawab tuntas oleh pemerintah.
Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM, Maman Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/11/2025), memberikan sinyal “lampu hijau” paling terang yang ditunggu-tunggu para pegiat UMKM.
“Mulai tahun 2026, pengajuan KUR tidak akan dibatasi lagi,” ujar Maman.
Ini adalah sebuah pergeseran paradigma total. Pemerintah secara sadar melepas “rem” birokrasi yang selama ini menghambat akselerasi.
Apa artinya ini secara praktis bagi bisnismu?
Artinya, pemerintah tidak lagi melihat KUR sebagai “bantuan sosial” sekali pakai. Pemerintah kini melihat KUR sebagai “mitra strategis” jangka panjang untuk pertumbuhan bisnismu. Selama track record kreditmu bersih, usahamu terbukti sehat dan bertumbuh (feasible), dan kamu disiplin membayar cicilan, bank penyalur tidak punya alasan lagi untuk menolak pengajuanmu yang kelima, keenam, atau bahkan kesepuluh.
Ini adalah sebuah pernyataan percaya (vote of confidence) dari negara kepada para pejuang UMKM. Negara percaya bahwa kamu, Generasi Nusantara, mampu mengelola modal secara bertanggung jawab untuk terus “Beranjak” naik kelas.
Jika “tanpa batas” adalah kuenya, maka “bunga flat 6%” adalah lapisan krim paling manis di atasnya. Di tengah era suku bunga komersial yang fluktuatif dan cenderung tinggi, angka 6% per tahun adalah sebuah kemewahan.
Banyak dari kita mungkin tidak sadar betapa berharganya angka ini. Bunga 6% flat per tahun (bukan per bulan!) berarti cicilanmu akan sangat ringan, stabil, dan terprediksi. Ini krusial untuk menjaga kesehatan cash flow—napas dari setiap bisnis.
Dengan mempertahankan bunga subsidi ini, pemerintah menegaskan bahwa fokusnya bukan mencari untung dari pinjaman, melainkan murni memberikan stimulus agar UMKM bisa berlari lebih kencang. Ini adalah “investasi” negara pada 60 juta+ UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Kebijakan progresif ini, menurut Maman, memiliki satu tujuan akhir yang sangat jelas: mendorong UMKM naik kelas.
Kita harus “Beranjak” dari mindset usaha yang “begini-begini saja”. Pemerintah tidak ingin UMKM Indonesia selamanya menjadi usaha mikro. Visi besarnya adalah melihat usaha mikro berevolusi menjadi usaha kecil, usaha kecil menjadi menengah, dan usaha menengah menjadi korporasi besar yang bersaing di level nasional bahkan global.
Penghapusan batas pinjaman KUR adalah “bensin” untuk mewujudkan visi itu. Ini adalah kesempatan emas bagi Generasi Z dan Milenial yang memiliki ambisi besar.
Jadi, apa yang harus kita siapkan menyambut 2026? Satu jawabannya: Profesionalisme. Mulai sekarang, rapikan pencatatan keuanganmu, sekecil apa pun itu. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis. Bangun riwayat kredit yang bersih. Tunjukkan pada bank bahwa bisnismu dikelola dengan “cerdas” dan “kredibel”.
Sebab, ketika “keran” modal dibuka tanpa batas, hanya mereka yang paling siap yang akan mampu memanfaatkan gelombang ini untuk “Beranjak” menuju lautan yang lebih luas. Dan Generasi Nusantara-lah yang paling kita harapkan memimpin gelombang itu.









