
Akhir pekan kemarin, Ibu Kota justru menjadi ‘lautan’ VTEC dan ‘surga’ bagi para ‘Honda boys’ (dan girls!). Benar! Acara yang paling ditunggu-tunggu, Honda Culture Indonesia Vol. 2, sukses ‘meledak’ dan menjadi saksi berkumpulnya ribuan anggota komunitas Honda yang ‘tumpah ruah’ di satu titik.
Setelah sukses di volume pertamanya, edisi kedua ini benar-benar membuktikan bahwa ia jauh lebih besar dan lebih ‘gila’. Ini bukan sekadar pameran mobil biasa. Ini adalah sebuah deklarasi. Sebuah bukti bahwa skena dan solidaritas ‘anak Honda’ di Indonesia adalah salah satu yang paling besar, paling loyal, dan paling solid di jagat otomotif!
Pemandangan di lokasi acara (dilaporkan di area Jakarta) benar-benar memanjakan mata. Ini adalah ‘lebaran’-nya para pemilik logo ‘H’. Area parkir yang disediakan dilaporkan penuh sesak. Ini bukan lagi soal satu-dua komunitas.
Semua ‘keluarga’ Honda melebur jadi satu:
- Mulai dari ‘pasukan’ Civic dari berbagai era (Estilo, Ferio, Wonder, hingga Turbo FD dan FK).
- ‘Geng’ hatchback yang tak terhitung jumlahnya (Jazz, Brio, City Hatchback).
- Para ‘pemain’ sedan mewah (Accord) dan SUV (CR-V, HR-V).
- Hingga para ‘penjaga orisinalitas’ dan ‘pelanggan’ restorasi yang memamerkan Honda-Honda klasik mereka dalam kondisi mint yang bikin ngiler.
Sesuai namanya, “Culture”, acara ini bukan cuma soal adu kinclong cat atau adu kencang knalpot. Ini adalah melting pot yang sesungguhnya. Di sinilah mereka bisa saling ‘meracuni’ (dalam arti positif, ya!) soal sparepart langka, berbagi tips restorasi, atau sekadar nongkrong dan tertawa bersama, disatukan oleh satu passion yang sama.
Inilah ekosistem yang sesungguhnya: sebuah bahasa universal di mana badge ‘H’ di kap mesin menjadi pemersatu, menghapus segala perbedaan lainnya.
Sobat Beranjak, fenomena ‘Honda Culture’ yang ‘tumpah ruah’ ini adalah sebuah pelajaran keren tentang community building.
Ini membuktikan bahwa sebuah brand (merek) bisa melampaui fungsinya sebagai produk, dan menjelma menjadi sebuah identitas, kebanggaan, dan simbol solidaritas. Acara ini bukan sekadar ‘hura-hura’, tapi juga menggerakkan roda ekonomi di ekosistemnya (dari penjual merchandise, suku cadang, hingga makanan dan minuman).
Salut setinggi-langitnya untuk semua komunitas yang terlibat dan untuk para penyelenggara yang berhasil mewadahi ‘ledakan’ kultur ini. Ini membuktikan bahwa Generasi Nusantara punya energi yang luar biasa besar ketika sudah bicara soal passion.
Mari kita Beranjak untuk terus membangun dan merawat komunitas positif kita, apa pun hobi dan passion kita! VTEC kicked in, yo!









