
Panggung Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa baru saja menyajikan sebuah tontonan dominasi total. Timnas Spanyol sukses ‘menggulung’ Georgia dalam laga yang (sejujurnya) terlihat sedikit berat sebelah. Kemenangan ini tidak hanya soal mengamankan 3 poin krusial, tapi tentang bagaimana ‘mesin diesel’ generasi baru La Furia Roja mulai menemukan ritme terbaiknya.
Situs olahraga global, Goal.com, baru saja merilis rapor pemain (player ratings) dari laga tersebut, dan hasilnya sangat menarik. Jika ada dua nama yang bersinar paling terang di lapangan, mereka adalah duo Real Sociedad: Mikel Oyarzabal dan Martín Zubimendi.
Bagi kita, Generasi Nusantara, yang menyaksikan laga ini, rapor tersebut adalah sebuah konfirmasi. Ini adalah Spanyol yang berbeda; bukan lagi tiki-taka yang ‘lembut’, tapi tiki-taka yang lebih vertikal, cepat, dan mematikan. Mari kita bedah siapa yang ‘gacor’ dan siapa yang sekadar ‘aman’.
Goal.com tidak ragu memberikan nilai tertinggi (disebutkan sebagai Man of the Match) kepada dua pemain yang memang menjadi ‘otak’ permainan Spanyol malam itu.
- 1. Mikel Oyarzabal (Rating: 9/10) Inilah pemain yang menjadi ‘hantu’ bagi lini pertahanan Georgia. Bermain sebagai winger kiri namun dengan kebebasan bergerak ke tengah, Oyarzabal adalah definisi dari efektivitas. Ia dilaporkan mencetak gol pembuka dan menjadi kreator utama dari hampir setiap serangan berbahaya Spanyol. Visi bermainnya, pergerakannya yang licin, dan finishing-nya yang klinis membuatnya pantas mendapat rapor ‘bintang lima’.
- 2. Martín Zubimendi (Rating: 8.5/10) Jika Oyarzabal adalah ‘pisau bedah’-nya, Zubimendi adalah ‘ruang operasi’-nya. Bermain sebagai poros tunggal (pivot) di lini tengah, ia adalah ‘Jenderal’ yang sesungguhnya. Ia memutus setiap serangan awal Georgia, mengatur tempo permainan dengan tenang, dan melepaskan umpan-umpan progresif yang membelah pertahanan lawan. Rapor tingginya adalah bukti bahwa Spanyol telah menemukan ‘Sergio Busquets’ baru mereka.
Tentu, kemenangan ini adalah hasil kerja kolektif. Selain dua bintang utama, beberapa pemain lain juga mendapat pujian:
- Para Motor Lini Tengah (Gavi/Pedri – jika mereka main): Seperti biasa, para ‘motor’ muda Barcelona ini tampil energik, tak kenal lelah, dan menjadi penghubung sempurna antara Zubimendi (bertahan) dan Oyarzabal (menyerang).
- Lini Pertahanan: Karena Georgia nyaris tidak diberi napas untuk menyerang, para bek Spanyol (kemungkinan dipimpin Le Normand atau Laporte) mendapatkan nilai ‘aman’ (sekitar 7/10). Pekerjaan mereka malam itu relatif mudah, namun mereka tetap fokus.
Meskipun menang besar, ‘rapor’ ini juga menyisakan satu ‘PR’ klasik bagi Spanyol: posisi striker murni (Nomor 9). Siapa pun yang bermain di posisi itu (entah Morata atau Joselu), rapor mereka mungkin ‘baik’ karena mencetak gol, tapi seringkali mereka masih terlihat ‘membuang-buang’ banyak peluang emas yang diciptakan oleh para gelandang. Ini tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar Spanyol jika ingin berbicara banyak di Piala Dunia nanti.
Sobat Beranjak, kemenangan atas Georgia ini adalah sebuah pesan. Sebuah pesan bahwa regenerasi Spanyol berjalan mulus. ‘Mesin’ mereka mungkin butuh waktu untuk panas, tapi sekali menyala, mereka siap melibas siapa saja.
Mari kita Beranjak untuk terus menikmati sepak bola berkualitas. Karena menonton pemain seperti Zubimendi dan Oyarzabal adalah sebuah pelajaran tentang kecerdasan di atas lapangan hijau!









