
Ada sebuah kabar ‘super gokil’ yang datang dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dijamin bikin kita semua ‘full senyum’. Menpar baru saja merilis data terbaru, dan angkanya… chef’s kiss! Hingga September 2025, jumlah turis mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia sukses menembus 13,9 juta!
Tapi, tunggu dulu, itu baru pemanasan. ‘Jawara’ sesungguhnya yang membuat mesin ekonomi kita ‘ngebul’ adalah kita sendiri. Ya, kita! Para wisatawan nusantara (wisnus) yang pergerakannya telah mencapai angka ‘gila’ di 901 JUTA PERJALANAN!
Ini bukan sekadar angka statistik yang membosankan, Sob. Ini adalah ‘suntikan’ ekonomi triliunan rupiah yang berputar di dalam negeri, yang menghidupi jutaan saudara kita. Mari kita bedah kabar baik ini!
Mari kita lihat lebih dalam dua ‘mesin’ yang sedang ‘gacor’ ini:
- 1. Banjir Devisa dari 13,9 Juta Turis Asing: Angka 13,9 juta wisman hingga Kuartal III 2025 ini adalah sebuah pencapaian luar biasa. Ini adalah bukti bahwa Bali, Lombok, Labuan Bajo, Borobudur, dan ‘surga-surga’ tersembunyi kita lainnya sukses memikat kembali hati warga dunia. Setiap dolar yang mereka belanjakan adalah devisa segar yang masuk ke kas negara, memperkuat nilai tukar Rupiah, dan membuktikan bahwa pesona Indonesia di panggung global tidak pernah luntur.
- 2. ‘Jagoan Kandang’ Kita: 901 Juta Perjalanan Lokal! Ini dia bintang utamanya! Angka 901 juta pergerakan ini adalah sebuah rekor yang fantastis! Ini artinya, program pemerintah untuk mendorong “Wisata di Indonesia Aja” berhasil 100%. Kita, Generasi Nusantara, telah menjadi pahlawan bagi industri ini. Kita yang memenuhi kafe-kafe di Yogyakarta, kita yang healing ke Bandung, kita yang snorkeling di Raja Ampat versi lokal. Uang triliunan rupiah berputar dari kantong kita… ke kantong UMKM, warung, hotel, dan pemandu wisata lokal.
Kenapa kita harus happy banget dengan data ini? Ini alasannya:
- Peluang Kerja Terbuka Lebar: Industri pariwisata adalah ‘mesin’ penyerap tenaga kerja. Angka 901 juta pergerakan itu artinya butuh lebih banyak barista, chef, front office hotel, content creator travel, dan digital marketer untuk mempromosikan destinasi baru. Di sinilah ‘lahan bermain’ kita!
- UMKM Lokal ‘Naik Kelas’: Inilah kemenangan sejati. Uang kita tidak lari ke luar negeri. Uang kita dipakai untuk membeli kopi di coffee shop lokal, membeli oleh-oleh kerajinan tangan, dan menginap di homestay milik warga. Ini adalah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya.
- Momen untuk ‘Bangun Bisnis’: Melihat data ini, ini adalah sinyal terkuat bahwa membangun bisnis di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) adalah langkah yang sangat tepat. Potensi pasarnya (kita sendiri!) ada 901 juta pergerakan!
Sobat Beranjak, data ini adalah sebuah validasi. Bahwa di tengah guncangan ekonomi global, ‘mesin’ ekonomi kita tetap menyala terang, dan ‘bensin’-nya adalah kita sendiri.
Ini adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Mari kita terus menjelajahi keindahan negeri ini dengan bertanggung jawab. Mari kita Beranjak untuk tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga menjadi penjaga dan pelaku utama dalam industri pariwisata kita yang luar biasa ini!









