Mahasiswa Bina Darma Ini ‘Menggila’, Borong 3 Emas di Porprov Sumsel 2025!

Di tengah riuhnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) XIV 2025, sebuah nama dari dunia akademik berhasil mencuri panggung. Bukan karena skripsinya, tapi karena prestasi fisiknya! Seorang mahasiswa dari Universitas Bina Darma (UBD) Palembang sukses membuat seluruh kontingen berdecak kagum.

Tak tanggung-tanggung, sang student-athlete ini berhasil memborong 3 medali emas sekaligus dari cabang olahraga yang diikutinya. Ini adalah sebuah pencapaian fenomenal yang menjadi bukti nyata bahwa prestasi akademik dan keunggulan non-akademik bisa, dan memang seharusnya, berjalan beriringan.

Bagi kita, Generasi Nusantara, yang seringkali dituntut untuk jago di satu bidang, kisah ini adalah tamparan inspiratif. Ini adalah bukti hidup bahwa kita bisa menjadi ‘juara’ di lebih dari satu arena!

Meraih satu medali saja di ajang seketat Porprov sudah merupakan perjuangan luar biasa. Apalagi ini, tiga medali emas! Prestasi ini jelas tidak didapat secara instan. Ini adalah buah dari sebuah proses yang sangat panjang dan melelahkan.

Bayangkan, Sobat Beranjak: di saat mahasiswa lain mungkin masih terlelap atau nongkrong di kafe, sang atlet ini harus bangun pagi untuk latihan. Setelah berkeringat di lapangan, ia harus bergegas mandi dan berganti pakaian untuk mengejar kelas di kampus. Malam harinya, saat teman-temannya beristirahat, ia harus kembali membagi fokus antara mengerjakan tugas kuliah dan memulihkan kondisi fisik untuk latihan esok hari.

Inilah potret sesungguhnya dari seorang student-athlete. Sebuah perjuangan ‘berdarah-darah’ dalam manajemen waktu, disiplin, dan pengorbanan. Tiga medali emas yang tergantung di lehernya itu dibayar dengan keringat dan jam tidur yang tak terhitung jumlahnya.

Kisah mahasiswa UBD ini adalah sebuah studi kasus sempurna dari apa yang kita sebut work-life balance—atau dalam konteks ini, study-sport balance.

Prestasinya mematahkan mitos lama bahwa anak yang “terlalu aktif” di luar akan keteteran di bidang akademik, atau sebaliknya. Mahasiswa ini membuktikan bahwa keduanya bisa saling mendukung. Disiplin yang ia pelajari di lapangan (tepat waktu, kerja keras, mental pantang menyerah) adalah bekal yang sama yang ia gunakan untuk sukses di dalam kelas.

Bagi Universitas Bina Darma, ini adalah sebuah kebanggaan ganda. Mereka tidak hanya berhasil mencetak calon intelektual, tetapi juga ‘membiakkan’ seorang juara yang mengharumkan nama almamater di panggung provinsi.

Sobat Beranjak, prestasi mahasiswa UBD ini adalah sebuah pesan yang sangat kuat untuk kita semua. Jangan pernah takut untuk mengejar passion kita, seaneh atau se-melelahkan apa pun itu, di sela-sela tanggung jawab utama kita (sebagai pelajar, mahasiswa, atau pekerja).

Kisah ini adalah pengingat bahwa di dalam diri setiap Generasi Nusantara, ada potensi untuk menjadi ‘juara’ di banyak bidang. Jangan kubur hobi olahragamu hanya karena sibuk skripsi. Jangan tinggalkan bakat senimu hanya karena sibuk kerja kantoran.

Selamat setinggi-langitnya untuk sang mahasiswa UBD! Kamu tidak hanya membawa pulang emas untuk kontingenmu, tetapi kamu telah membawa pulang inspirasi bagi kami semua.

Mari kita Beranjak untuk menjadi generasi yang tak pernah lelah menjadi ‘juara’, baik di dalam kelas, di lapangan, maupun di arena kehidupan kita masing-masing!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait