
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan XV tahun 2025 di Musi Banyuasin baru saja dimulai, namun semangat juang para atlet sudah membara sejak hari pertama. Kabar membanggakan datang dari kontingen Kabupaten Ogan Ilir yang berhasil “pecah telur” dan meraih medali pertama mereka. Tak tanggung-tanggung, tiga medali perunggu berhasil diborong sekaligus dari cabang olahraga (cabor) angkat besi!
Ini bukan sekadar tentang perunggu. Ini adalah tentang tetesan keringat pertama yang membuahkan hasil, tentang pembuktian bahwa para pejuang dari Ogan Ilir datang bukan sebagai penggembira, melainkan sebagai penantang serius. Medali-medali ini adalah api pertama yang diharapkan akan menyulut semangat seluruh kontingen untuk berjuang lebih keras lagi di arena-arena pertandingan selanjutnya.
Secara optimistis dan memotivasi, mari kita berikan tepuk tangan yang meriah kepada tiga srikandi angkat besi yang telah membuka keran medali untuk Ogan Ilir. Mereka adalah:
- Jelita, yang turun di kelas 45 kg putri.
- Wulan, yang bertarung di kelas 50 kg putri.
- Jihan, yang menunjukkan kekuatannya di kelas 55 kg putri.
Ketiganya berhasil menyumbangkan medali perunggu setelah melalui pertarungan yang sengit. Di dunia angkat besi, setiap kilogram angkatan adalah pertaruhan antara kekuatan fisik, mental, dan teknik. Medali yang mereka kalungkan adalah buah dari latihan keras selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, yang mungkin jarang terlihat oleh publik.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ogan Ilir, Aswan Mufti, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah awal yang sangat baik. “Alhamdulillah, cabor angkat besi sudah menyumbangkan tiga medali perunggu. Ini adalah medali pertama bagi kontingen Ogan Ilir di Porprov XV. Semoga ini menjadi pemicu semangat bagi atlet-atlet di cabor lain,” ujarnya.
Pencapaian trio lifter putri ini sejalan dengan semangat yang digaungkan saat pelepasan kontingen Ogan Ilir beberapa waktu lalu. Dengan kekuatan 405 atlet, Ogan Ilir bertekad untuk setidaknya mempertahankan posisi tujuh besar yang mereka raih di Porprov sebelumnya, atau bahkan merangsek naik ke posisi lima besar.
Ini adalah perwujudan dari semangat Lokal Berdaya. Ogan Ilir, dengan segala potensi dan keterbatasannya, ingin membuktikan bahwa mereka mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah. Setiap angkatan beban dari Jelita, Wulan, dan Jihan adalah simbol dari harapan dan mimpi seluruh masyarakat “Bumi Caram Seguguk”.
Bagi kita, Generasi Nusantara di Sumatera Selatan, Porprov bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara umum. Ini adalah tentang merayakan sportivitas, mempererat persaudaraan antar kabupaten/kota, dan menjadi saksi lahirnya bibit-bibit atlet baru yang kelak bisa berprestasi di tingkat nasional, bahkan internasional.
Perjuangan kontingen Ogan Ilir masih panjang. Masih banyak medali emas, perak, dan perunggu yang akan diperebutkan di berbagai cabor. Mari kita Beranjak bersama, berikan dukungan dan doa terbaik kita untuk seluruh atlet yang sedang berjuang di Musi Banyuasin. Apapun warna medalinya, semangat juang mereka adalah kemenangan yang sesungguhnya. Selamat untuk Jelita, Wulan, dan Jihan! Perjuangan kalian adalah inspirasi bagi kita semua.









