Flores Timur Tak Tenang, Gunung Lewotobi Kembali Bergejolak dan Muntahkan Abu Setinggi 4 Kilometer

Kabar kurang mengenakkan datang dari saudara-saudara kita di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung Lewotobi Laki-laki, yang beberapa waktu terakhir terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya, kembali “batuk” hebat pada Jumat (17/10/2025) pagi. Tidak tanggung-tanggung, dua kali erupsi eksplosif terjadi dalam selang waktu beberapa jam, mengirimkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi hingga ribuan meter ke angkasa.

Peristiwa ini kembali meningkatkan kewaspadaan dan menjadi pengingat nyata bagi kita semua tentang hidup di atas Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Aktivitas alam yang dahsyat ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga membawa dampak serius bagi kehidupan warga di sekitarnya.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki yang dirilis Kompas.com, erupsi pertama terjadi pada dini hari, tepatnya pukul 01:13 WITA. Letusan ini menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 4.000 meter atau 4 kilometer di atas puncak. Pemandangan yang mengerikan ini tentu membangunkan warga dari tidur lelap mereka.

Seolah belum cukup, sang gunung kembali menunjukkan kekuatannya pada pukul 01:46 WITA. Erupsi kedua ini memang tidak setinggi yang pertama, dengan kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter, namun tetap saja menebar kekhawatiran. Kolom abu yang berwarna kelabu pekat itu dilaporkan tertiup angin dan condong ke arah barat daya, barat, dan barat laut, mengancam sejumlah wilayah dengan hujan abu.

Secara cerdas dan berwawasan, kita perlu memahami bahwa status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada di Level IV (AWAS). Ini adalah level kewaspadaan tertinggi, yang menandakan bahwa potensi bahaya erupsi yang lebih besar masih sangat mungkin terjadi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi tegas. Masyarakat di sekitar dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Bahkan, larangan ini diperluas hingga 7 kilometer untuk sektor barat daya, utara, dan timur laut.

Bagi ribuan warga yang tinggal di lereng gunung, rekomendasi ini berarti mereka harus kembali mengungsi dan meninggalkan rumah serta mata pencaharian mereka untuk sementara waktu. Data terakhir menyebutkan, sudah ada sekitar 7.959 warga yang terpaksa tinggal di posko-posko pengungsian. Ini bukan angka yang kecil, dan tentu saja mereka sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan kita semua.

Hidup di Indonesia berarti kita harus selalu siap siaga menghadapi bencana alam. Peristiwa erupsi Gunung Lewotobi ini adalah pengingat yang kuat akan hal itu. Ini adalah momen bagi kita semua, Generasi Nusantara, untuk tidak hanya bersimpati, tetapi juga untuk belajar dan meningkatkan kesadaran kita akan mitigasi bencana.

Mari kita Beranjak bersama. Pertama, mari kita doakan keselamatan saudara-saudara kita di Flores Timur. Kedua, jika memiliki kemampuan, mari kita salurkan bantuan melalui lembaga-lembaga terpercaya yang membuka donasi untuk para pengungsi. Dan ketiga, mari kita terus edukasi diri kita sendiri tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

Semoga aktivitas Gunung Lewotobi segera mereda, dan warga bisa kembali ke rumah mereka dengan aman. Mari kita tunjukkan solidaritas kita sebagai satu bangsa.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait