
Ada angin segar berembus dari Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Di tengah upaya daerah untuk terus mandiri, Pemkab Lahat menunjukkan sikap proaktif dengan membuka karpet merah bagi SKK Migas dan Medco E&P untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas (migas) yang tersimpan di perut bumi Lahat. Ini bukan sekadar tentang angka-angka produksi, tetapi tentang sebuah harapan baru untuk kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat lokal.
Pesan yang disampaikan oleh Pj. Bupati Lahat, Muhammad Farid, dalam pertemuan dengan para pemangku kepentingan sangat jelas dan langsung ke poin: eksplorasi dan produksi migas harus memberikan dampak langsung bagi kemajuan daerah. Momen ini menjadi penanda dimulainya babak baru sinergi antara pemerintah daerah dan korporasi, di mana tujuannya tidak lagi hanya mengeruk sumber daya alam, tetapi memastikan manfaatnya menetes hingga ke akar rumput.
Selama ini, kita tahu bahwa Lahat dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, pertanyaan yang selalu menggantung adalah, “Seberapa besar manfaatnya untuk kita, warga lokal?” Inilah yang coba dijawab dengan tegas oleh Pemkab Lahat saat ini. Fokus utamanya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Secara cerdas dan berwawasan, mari kita lihat artinya. Peningkatan PAD berarti Pemkab punya “amunisi” lebih banyak untuk membangun infrastruktur yang lebih baik—jalan yang mulus, sekolah yang layak, dan fasilitas kesehatan yang memadai. Lebih dari itu, kesepakatan ini menekankan penyerapan tenaga kerja lokal. Ini adalah kesempatan emas bagi Generasi Nusantara di Lahat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam industri energi di tanah kelahiran sendiri.
Inisiatif ini adalah wujud nyata dari semangat Lokal Berdaya: memberdayakan potensi daerah, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, untuk menciptakan kemandirian dan kemajuan yang berkelanjutan.
Tentu saja, optimisme ini harus diimbangi dengan langkah-langkah konkret. Bupati Farid menekankan pentingnya sinergi yang harmonis. Artinya, tidak boleh ada lagi ego sektoral. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus duduk bersama, berkomunikasi secara terbuka, dan mencari solusi atas setiap tantangan yang muncul.
Hal yang tak kalah penting adalah penegasan untuk selalu berjalan di atas rel aturan yang berlaku. Ini adalah pesan kuat bahwa investasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial. Era eksploitasi tanpa memikirkan dampak jangka panjang sudah harus berakhir. Kini adalah masanya pembangunan yang bertanggung jawab, di mana keuntungan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian alam dan hak-hak masyarakat.
Sikap Pemkab Lahat ini patut kita apresiasi. Ini adalah cerminan dari kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada solusi.
Bagi kita, Sobat Beranjak di Lahat dan Sumatera Selatan, ini adalah momen yang harus kita kawal bersama. Dukungan pemerintah daerah ini adalah modal awal yang sangat berharga. Kini, bola ada di tangan semua pihak untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.
Mari kita harapkan kolaborasi ini benar-benar membuka lebih banyak pintu kesempatan, tidak hanya di sektor migas, tetapi juga di industri-industri turunannya. Semoga ini menjadi langkah awal yang membawa Kabupaten Lahat Beranjak menuju kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan pada akhirnya, meningkatkan kesejahteraan setiap warganya.









