Sering Dianggap Sepele, Wapres Gibran Ingatkan Kebiasaan Kecil di Ternate Ini Jadi Fondasi Generasi Emas 2045

Di antara padatnya jadwal, ambisi karier, dan riuhnya kehidupan sosial, seberapa sering kita menganggap remeh kebiasaan-kebiasaan kecil? Hal-hal seperti menyikat gigi secara teratur atau memastikan sarapan yang bergizi kadang terlewat begitu saja. Namun, sebuah pemandangan hangat dari SD Negeri 32 Kota Ternate baru-baru ini menyadarkan kita semua akan kekuatan dari rutinitas yang tampak sepele tersebut.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk meninjau program “Cegah Karies Gigi” (CKG) bukan sekadar agenda protokoler. Di hadapan puluhan siswa yang antusias, Gibran menekankan sebuah filosofi mendalam: pola hidup sehat yang ditanamkan sejak dini adalah investasi paling krusial untuk membangun generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga percaya diri dan berkarakter.

Program CKG yang dijalankan di Ternate ini memiliki kegiatan yang sangat sederhana: mengajak para siswa untuk rutin menyikat gigi bersama dan minum susu setiap hari. Mungkin terdengar biasa, tetapi dampak jangka panjangnya luar biasa. Wapres Gibran menyoroti bahwa masalah karies atau gigi berlubang pada anak-anak bukanlah isu sepele. Ini adalah masalah serius yang bisa menghambat proses tumbuh kembang mereka.

Secara cerdas dan berwawasan, mari kita bedah lebih dalam. Anak dengan masalah gigi akan kesulitan mengunyah makanan, yang berujung pada asupan gizi yang tidak optimal. Kurangnya nutrisi tentu akan memengaruhi kemampuan mereka untuk fokus dan berprestasi di sekolah. Lebih dari itu, senyum adalah gerbang utama interaksi sosial. Gigi yang tidak terawat bisa menurunkan rasa percaya diri seorang anak, membuat mereka minder dan enggan berekspresi.

Pesan ini sejatinya tidak hanya relevan untuk anak-anak, tetapi juga untuk kita, Generasi Nusantara. Di dunia yang kompetitif, kepercayaan diri adalah aset yang tak ternilai. Dan kepercayaan diri itu sering kali dibangun dari cara kita merawat diri sendiri. Kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari adalah bentuk penghargaan terhadap diri, yang pada akhirnya akan terpancar keluar.

Kita sering mendengar tentang visi besar “Indonesia Emas 2045,” sebuah cita-cita untuk menjadikan Indonesia negara maju yang berdaulat. Visi ini kerap diasosiasikan dengan hal-hal canggih seperti penguasaan teknologi, pembangunan infrastruktur masif, dan kekuatan ekonomi. Namun, kunjungan Gibran di Ternate seolah mengingatkan kita pada fondasi paling dasarnya: sumber daya manusia yang sehat.

Generasi Emas tidak akan pernah terwujud jika calon-calon penerusnya adalah generasi yang sakit-sakitan, kurang gizi, dan tidak percaya diri. Logikanya sederhana, bagaimana kita bisa berinovasi dan bersaing di tingkat global jika energi kita habis untuk melawan penyakit yang seharusnya bisa dicegah? Inilah mengapa program kesehatan promotif dan preventif yang menyasar anak-anak menjadi sangat strategis.

Dengan merangkul dan ramah, Gibran menunjukkan bahwa kepedulian seorang pemimpin tidak melulu soal kebijakan makro, tetapi juga tentang hal-hal esensial yang menyentuh langsung kehidupan warganya. Ini adalah cerminan dari nilai Inklusif Beranjak, di mana setiap aspek kehidupan, sekecil apa pun, memiliki peran dalam membangun narasi besar kemajuan bangsa.

Melihat semangat anak-anak di Ternate, kini saatnya kita berkaca. Kisah ini adalah sebuah pengingat dan panggilan untuk kita semua. Apakah kita sudah menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian? Di tengah kesibukan mengejar mimpi, sudahkah kita memberikan hak tubuh untuk tetap sehat?

Pesan Wapres Gibran untuk menerapkan pola hidup sehat, cerdas, dan ceria adalah pesan universal. Kesehatan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental. Kecerdasan bukan hanya soal akademis, tetapi juga kecerdasan emosional. Dan keceriaan adalah buah dari tubuh dan jiwa yang seimbang.

Mari kita Beranjak. Bukan hanya untuk mengejar target-target besar, tetapi juga untuk memulai dari hal-hal kecil yang sering kita lupakan. Mulailah dengan tidur yang cukup, makan yang teratur, berolahraga ringan, dan tentu saja, merawat senyum kita. Karena dari kebiasaan-kebiasaan kecil inilah, fondasi untuk versi terbaik dari diri kita dan masa depan Indonesia yang gemilang sedang dibangun.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait