Pesan Wapres Gibran dari Ternate: Generasi Tangguh Bukan Sekadar Ijazah, Inilah Kunci Suksesmu di Era Digital

Di tengah hiruk pikuk berita politik dan ekonomi, sebuah pesan penting datang dari ujung timur Indonesia, tepatnya dari Kota Ternate, Maluku Utara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru saja menitipkan sebuah “kompas” bagi masa depan kita semua, Generasi Nusantara. Pesannya jelas dan lugas: menjadi generasi tangguh di era sekarang tidak cukup hanya dengan berbekal nilai akademis. Ada kunci lain yang harus kita pegang erat jika ingin menjadi pemenang di panggung masa depan.

Kunjungan Wapres Gibran ke beberapa sekolah di Ternate, seperti SMKN 2 dan SMAN 1, bukan sekadar seremoni biasa. Ini adalah penegasan bahwa pemerintah menaruh harapan besar di pundak kita, generasi muda yang akan menjadi motor penggerak utama Indonesia. Dalam dialognya yang hangat dan jauh dari kesan kaku, Gibran mengajak para siswa untuk melek terhadap tantangan zaman yang sesungguhnya. Menurutnya, ketangguhan itu kini punya definisi baru.

Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata “generasi tangguh”? Mungkin sosok yang kuat secara fisik atau mental. Namun, Wapres Gibran memperluas makna itu. Menurutnya, generasi tangguh masa kini adalah mereka yang cakap secara digital, adaptif, dan inovatif. Ia menekankan pentingnya penguasaan keahlian spesifik seperti coding, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai keterampilan digital lainnya.

Pesan ini sangat relevan untuk kita, Sobat Beranjak. Di dunia yang terus berubah, ijazah memang penting sebagai bukti kita telah menyelesaikan jenjang pendidikan formal, namun skill atau keahlian adalah mata uang yang sesungguhnya di pasar kerja global. Gibran seolah ingin mengatakan, “Jangan cepat puas hanya dengan menjadi juara kelas.” Dunia di luar sana menuntut lebih. Ia mendorong kita untuk terus mengasah kemampuan, mengikuti kursus-kursus relevan, dan tidak pernah berhenti belajar hal baru, bahkan setelah lulus sekolah.

Inilah wujud nyata dari nilai Progresif yang diusung Beranjak: selalu berorientasi ke depan dan relevan dengan masa kini. Pesan ini adalah alarm bagi kita untuk segera ‘beranjak’ dari zona nyaman dan mulai membekali diri dengan amunisi yang tepat untuk pertempuran di masa depan.

Mengapa pesan ini begitu mendesak untuk disampaikan? Karena Indonesia sedang berpacu dengan waktu. Kita berada di ambang “Bonus Demografi,” sebuah periode langka di mana jumlah penduduk usia produktif (seperti kita) jauh lebih besar daripada usia non-produktif. Ini adalah peluang emas yang jika dimanfaatkan dengan benar, bisa melontarkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045, atau yang sering disebut Visi Indonesia Emas 2045.

Namun, bonus ini bisa menjadi bencana jika generasi produktifnya tidak memiliki kualitas. Inilah mengapa pemerintah, melalui Gibran, gencar menyemangati siswa di berbagai daerah, termasuk Ternate. Kunjungan ini bukan hanya tentang Ternate, tapi tentang memastikan setiap anak muda di seluruh pelosok Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

Ini adalah panggilan bagi kita semua. Momen ini adalah tentang kita. Keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak ditentukan di ruang rapat para pejabat, tetapi di ruang kelas, di depan laptop, dan dalam setiap upaya kita untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Selain memberikan motivasi tentang penguasaan teknologi, Wapres Gibran juga mengingatkan tentang ancaman nyata yang bisa menghancurkan semua mimpi besar itu. Ia secara spesifik menyebut bahaya narkoba dan penyalahgunaan gawai untuk hal-hal negatif. Ini bukan sekadar nasihat basi, melainkan pengingat bahwa ketangguhan juga berarti mampu berkata “tidak” pada hal-hal yang merusak.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menyediakan ‘kail’, bukan hanya ‘ikan’. Dalam kunjungannya, Gibran juga meninjau penyaluran bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP). Ini adalah sinyal bahwa negara hadir untuk mendukung, namun inisiatif terbesar harus datang dari diri kita sendiri. Manfaatkan setiap fasilitas dan bantuan yang ada untuk memaksimalkan potensi diri.

Pada akhirnya, pesan dari Ternate ini bergema untuk seluruh Generasi Nusantara. Masa depan tidak menunggu siapa pun. Menjadi generasi yang tangguh, cerdas, dan berkarakter adalah sebuah pilihan sadar yang harus kita ambil setiap hari. Mari kita jawab panggilan ini dengan aksi nyata. Mulai hari ini, mari kita Beranjak bersama, membangun kapasitas diri untuk menjemput masa depan Indonesia yang lebih cerah dan inklusif.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait