
misteri yang menyelimuti kematian seorang wanita hamil di salah satu hotel di Palembang memasuki babak baru. Pihak kepolisian mengambil langkah serius untuk mengungkap tabir di balik peristiwa tragis ini.
Tim forensik gabungan dari Biddokkes Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang telah melakukan pembongkaran makam (ekshumasi) terhadap jenazah Ervita (23), pada hari ini, Selasa (14/10/2025). Proses ini berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Naga Swidak, Palembang.
Langkah ini diambil sebagai bagian krusial dari proses penyidikan untuk menemukan penyebab pasti kematian korban. Setelah makam dibongkar, jenazah langsung diautopsi di lokasi oleh tim dokter forensik.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Haris Dinzah, yang memimpin langsung proses tersebut menyatakan bahwa autopsi sangat diperlukan. “Ini adalah tindak lanjut dari laporan keluarga. Kami melakukan autopsi untuk mencari tahu secara ilmiah apa penyebab kematian korban,” tegasnya.
Sebelumnya, Ervita, yang diketahui sedang hamil, ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Jalan Lingkaran I Dempo, Palembang, pada tanggal 2 Juni 2024. Pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam kematian korban dan memutuskan untuk membuat laporan ke polisi.
Berdasarkan laporan inilah pihak kepolisian memulai penyelidikan mendalam. Karena penyebab kematian tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan luar, maka autopsi menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan bukti-bukti forensik yang valid.
Sobat Berjangka, pembongkaran makam dan proses autopsi adalah langkah serius yang menunjukkan komitmen kepolisian untuk tidak membiarkan ada pertanyaan yang tak terjawab dalam sebuah kasus kematian. Ini adalah bagian dari upaya penegakan hukum untuk memastikan kebenaran terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.
Publik kini menantikan hasil dari autopsi tersebut. Temuan dari tim forensik akan menjadi kunci bagi penyidik untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam kasus ini. Mari kita kawal bersama proses pencarian keadilan bagi korban dan keluarganya.









