
Sebuah kabar darurat yang sangat mengkhawatirkan datang dari wilayah Indonesia bagian utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja melaporkan terjadinya gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar, yakni Magnitudo 7,6, pada hari ini, Jumat (10/10/2025), sekitar pukul 09:30 WIB.
Pusat gempa terdeteksi di laut pada koordinat 4.98 Lintang Utara dan 126.88 Bujur Timur, atau sekitar 115 kilometer arah tenggara dari Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Menurut analisis BMKG, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.
Mengingat kekuatan guncangannya yang masif dan pusatnya yang berada di laut, BMKG secara resmi telah mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah-wilayah pesisir yang berdekatan dengan pusat gempa.
Saat ini, tim Beranjak masih terus memantau perkembangan situasi dan mengumpulkan laporan dari lapangan terkait dampak guncangan. Namun, prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, terutama yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan sekitarnya.
Berdasarkan pemodelan BMKG, beberapa wilayah pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara masuk dalam level peringatan yang berbeda. Harap perhatikan informasi ini dengan saksama:
- Level AWAS: Wilayah pesisir di Kabupaten Kepulauan Talaud. Warga di area ini DIIMBAU UNTUK SEGERA MELAKUKAN EVAKUASI menjauhi pantai dan mencari dataran yang lebih tinggi.
- Level SIAGA: Wilayah pesisir di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Bitung, dan Kabupaten Halmahera Utara. Warga di area ini diminta untuk MENJAUHI PANTAI DAN TEPIAN SUNGAI.
- Level WASPADA: Wilayah pesisir di Sulawesi Utara bagian lainnya dan Maluku Utara. Warga di area ini diminta untuk MENINGKATKAN KEWASPADAAN dan mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
BMKG memperkirakan potensi ketinggian gelombang tsunami bisa bervariasi. Untuk level AWAS, estimasi ketinggian bisa mencapai lebih dari 3 meter.
Bagi Sobat Beranjak yang berada di wilayah terdampak atau memiliki keluarga dan kerabat di sana, tetap tenang dan jangan panik. Ikuti langkah-langkah mitigasi berikut ini:
- Jika Kamu di Area Pesisir (Terutama Level AWAS & SIAGA):
- SEGERA EVAKUASI: Jangan menunggu air laut surut atau sirene berbunyi. Guncangan gempa yang kuat adalah peringatan alam pertama. Segera bergerak menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi (perbukitan atau gedung bertingkat yang kokoh).
- Utamakan Keselamatan Jiwa: Lupakan harta benda. Bantu anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas di sekitarmu.
- Ikuti Jalur Evakuasi: Perhatikan rambu-rambu jalur evakuasi tsunami yang sudah ada di wilayahmu.
- Jika Kamu di Dalam Bangunan:
- Lindungi Kepala: Berlindung di bawah meja yang kokoh atau merapat ke dinding bagian dalam bangunan. Jauhi jendela, lemari, atau benda-benda lain yang bisa jatuh menimpamu.
- Jangan Gunakan Lift: Gunakan tangga darurat untuk keluar dari gedung setelah guncangan berhenti.
- Untuk Kita Semua di Seluruh Indonesia:
- Saring Sebelum Sharing: Di saat-saat seperti ini, berita hoaks dan simpang siur akan banyak beredar. HANYA PERCAYA pada informasi dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, dan BPBD setempat. Jangan menyebarkan video atau foto yang tidak jelas sumbernya dan bisa menimbulkan kepanikan.
- Kirim Doa dan Dukungan: Mari kita kirimkan doa dan dukungan terbaik bagi saudara-saudari kita di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Semoga mereka semua diberikan perlindungan dan keselamatan.
Ini adalah momen di mana solidaritas dan kecerdasan kita sebagai bangsa diuji. Tetap waspada, ikuti arahan pihak berwenang, dan mari kita lalui situasi sulit ini bersama-sama. Tim Beranjak akan terus memberikan informasi terbaru dari sumber yang terverifikasi.









