
Sebuah proses regenerasi dan promosi besar baru saja berlangsung di jantung institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Sebanyak 27 perwira tinggi (Pati) Polri resmi mendapatkan kenaikan pangkat dalam sebuah upacara khidmat yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Senin (6/10/2025) malam.
Kenaikan pangkat ini bukan sekadar seremoni atau penambahan bintang di pundak. Ini adalah sebuah penegasan atas regenerasi kepemimpinan, pergeseran strategis, dan penyerahan amanah baru kepada para jenderal yang akan memegang tongkat komando di berbagai posisi vital, baik di internal Polri maupun di lembaga pemerintahan lainnya.
Bagi kita, Generasi Nusantara, peristiwa ini penting untuk dicermati. Siapa saja figur-figur yang kini menempati posisi puncak akan sangat menentukan arah kebijakan Polri ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, terorisme, hingga tuntutan publik akan institusi kepolisian yang lebih humanis dan profesional.
Sorotan utama dari gelombang promosi kali ini tertuju pada empat perwira tinggi yang resmi menyandang pangkat tertinggi, Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga. Keempatnya kini menduduki jabatan yang sangat strategis:
- Komjen Pol. Ramdani Hidayat (Komandan Korps Brimob Polri): Sebagai komandan pasukan elite Polri, Komjen Ramdani akan memimpin garda terdepan dalam penanganan situasi keamanan berintensitas tinggi di seluruh Indonesia.
- Komjen Pol. Yuda Gustawan (Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri): Di posisi ini, Komjen Yuda akan menjadi “mata dan telinga” institusi Polri, bertanggung jawab atas deteksi dini dan analisis potensi ancaman keamanan nasional.
- Komjen Pol. Yudhiawan (Inspektur Jenderal Kementerian ESDM): Penempatan seorang Komjen di kementerian menunjukkan sinergi antarlembaga dalam pengawasan sektor strategis seperti energi dan sumber daya mineral.
- Komjen Pol. Dr. Dwiyono (Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia): Kehadiran seorang jenderal bintang tiga di kementerian ini menggarisbawahi keseriusan negara dalam melindungi para pahlawan devisa kita di luar negeri.
Selain empat Komjen baru, upacara ini juga melantik delapan perwira tinggi yang naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua, dan 15 perwira yang “pecah bintang” menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu.
Di antara nama-nama yang naik menjadi Irjen, terdapat figur-figur penting seperti Irjen Pol. Reza Arief Dewanto yang kini menjabat Wakil Komandan Korps Brimob dan Irjen Pol. Nunung Syaifuddin sebagai Wakil Kepala Bareskrim. Sementara di level Brigjen, muncul nama-nama yang selama ini sudah dikenal publik karena kinerjanya, seperti Brigjen Pol. Wira Satya Triputra (Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim) dan Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak (Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim).
Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho, kenaikan pangkat ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian para perwira. “Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Promosi dan regenerasi adalah sebuah keniscayaan dalam setiap organisasi. Kini, bola ada di tangan para jenderal yang baru dilantik. Publik, terutama Generasi Nusantara, menaruh harapan besar di pundak mereka. Kita menantikan gebrakan-gebrakan baru, kebijakan yang lebih progresif, dan yang terpenting, sosok-sosok pemimpin Polri yang mampu membawa institusinya menjadi lebih dekat dan dipercaya oleh rakyat.
Selamat bertugas, para jenderal! Amanah dan harapan bangsa kini ada di pundak Anda. Mari kita kawal bersama kinerja mereka untuk mewujudkan Polri yang Presisi dan dicintai masyarakat.









