
Memasuki musim penghujan, ada satu hal yang seringkali menjadi kekhawatiran kita bersama: keandalan pasokan listrik. Angin kencang, petir, dan pohon tumbang adalah “musuh” klasik yang bisa menyebabkan listrik padam berjam-jam. Sadar akan potensi ini, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baturaja tidak tinggal diam. Mereka kini tengah proaktif “singsingkan lengan baju” untuk memitigasi risiko dan memastikan aliran listrik ke rumah-rumah warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tetap aman dan andal.
Ini bukan sekadar pekerjaan rutin. Ini adalah sebuah komitmen untuk menjaga denyut kehidupan masyarakat. Listrik yang andal berarti aktivitas belajar, bekerja dari rumah, dan kegiatan ekonomi bisa terus berjalan tanpa hambatan berarti, bahkan di tengah cuaca ekstrem sekalipun. Manager PLN ULP Baturaja, Fahmi Romadhona, menegaskan bahwa serangkaian langkah antisipatif kini sedang gencar dilakukan di seluruh wilayah kerja mereka.
Langkah-langkah ini adalah wujud nyata dari pelayanan PLN yang tidak hanya reaktif (memperbaiki saat ada gangguan), tetapi juga preventif (mencegah gangguan sebelum terjadi). Mari kita lihat lebih dekat apa saja “jurus” yang disiapkan PLN Baturaja untuk menghadapi tantangan musim hujan kali ini.
Sudah menjadi rahasia umum, penyebab utama gangguan listrik saat musim hujan adalah pohon. Dahan yang menyentuh kabel, atau bahkan pohon yang tumbang menimpa jaringan, bisa menyebabkan korsleting dan pemadaman yang meluas. Untuk mengatasi ini, PLN Baturaja mengintensifkan kegiatan Right of Way (ROW).
Tim khusus diturunkan setiap hari untuk melakukan pemangkasan dan penebangan pohon yang berada di dekat atau berpotensi mengganggu jaringan listrik. Tentu saja, langkah ini tidak dilakukan secara sepihak. PLN secara aktif berkolaborasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten OKU. Kolaborasi ini penting untuk memastikan proses pemangkasan berjalan aman, tertib, dan juga mempertimbangkan aspek keindahan tata kota.
“Kami secara rutin melakukan pemeliharaan jaringan dengan memangkas dahan dan ranting pohon yang mendekati kabel listrik agar tidak terjadi korsleting saat hujan,” jelas Fahmi.
Selain berurusan dengan pohon, PLN Baturaja juga memperkuat “kesehatan” infrastruktur kelistrikan mereka dari dalam. Salah satu program andalannya adalah Climb Up Inspection (CUI). Sesuai namanya, petugas akan benar-benar memanjat tiang dan menara transmisi untuk memeriksa kondisi setiap komponen dari jarak dekat.
Inspeksi mendetail ini bertujuan untuk mendeteksi potensi kerusakan atau keausan pada isolator, konduktor, dan komponen vital lainnya sebelum mereka benar-benar gagal berfungsi. Ini adalah pekerjaan berisiko tinggi yang menuntut keahlian dan kepatuhan ketat pada standar keselamatan kerja, namun sangat vital untuk mencegah gangguan yang lebih besar.
Upaya PLN tentu tidak akan maksimal tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Sebagai Generasi Nusantara yang peduli, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu menjaga keandalan listrik bersama:
- Ikhlas Merelakan Pohon: Jika kamu memiliki pohon di halaman rumah yang sudah sangat dekat dengan jaringan listrik, ikhlaskanlah saat petugas PLN meminta izin untuk memangkasnya. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama.
- Laporkan Potensi Bahaya: Jika kamu melihat ada pohon yang sudah miring atau dahan yang menjuntai berbahaya di dekat kabel listrik, jangan ragu untuk melapor. Manfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk membuat laporan. Laporanmu bisa mencegah terjadinya pemadaman.
- Waspada Saat Cuaca Buruk: Selalu waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat hujan deras atau banjir. Jauhkan peralatan elektronik dari lantai dan segera matikan MCB jika air mulai masuk ke dalam rumah.
Musim hujan adalah siklus alam yang tak bisa kita hindari. Namun, dengan persiapan yang matang dari PLN dan partisipasi aktif dari kita semua, dampaknya bisa kita minimalkan. Mari kita Beranjak bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman, dengan pasokan listrik yang andal sepanjang musim.









