
Pagi yang seharusnya menjadi awal pekan yang produktif, berubah menjadi mimpi buruk di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sebuah aksi penembakan brutal di tengah jalan raya merenggut nyawa seorang warga bernama Karya (40) dan meninggalkan trauma mendalam bagi istrinya, yang menyaksikan langsung detik-detik eksekusi keji tersebut. Peristiwa ini, yang terekam jelas oleh kamera CCTV warga, kini viral dan membuka luka tentang betapa rapuhnya rasa aman di lingkungan kita.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Poros Desa Sungai Jeruju. Saat itu, Karya tengah mengendarai sepeda motor trailnya, berboncengan dengan sang istri. Mereka baru saja pulang setelah berkunjung dari rumah keluarga, menempuh perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas biasa. Namun, perjalanan pagi itu berakhir tragis.
Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat jelas bagaimana pelaku, seorang pria berinisial R (25), telah menunggu di sekitar lokasi. Ketika motor yang dikendarai Karya melintas, R keluar dari balik sebuah mobil, mendekat, dan tanpa ragu melepaskan tembakan dari jarak dekat. Suara letusan yang keras memecah keheningan pagi, membuat warga sekitar yang mendengarnya mengira itu adalah suara ban meletus.
Karya seketika tersungkur dari motornya. Dalam kepanikan dan horor yang tak terbayangkan, sang istri menjerit histeris. Ia sempat turun dan mencoba mengejar pelaku yang langsung melarikan diri menggunakan sebuah mobil. Namun, usahanya sia-sia. Ia harus kembali pada kenyataan pahit, menemukan suaminya telah tewas bersimbah darah di tengah jalan.
Kabar baik di tengah duka ini adalah kesigapan aparat kepolisian. Tim gabungan dari Satreskrim Polres OKI dan Polsek Cengal bergerak cepat setelah menerima laporan. Kurang dari tujuh jam setelah kejadian, pelaku R berhasil diringkus. Penangkapan ini setidaknya memberikan sedikit kelegaan bahwa pelaku tidak akan lama berkeliaran bebas.
Yang membuat kasus ini semakin menyayat hati adalah fakta yang terungkap dari keterangan istri korban dan penyelidikan awal polisi. Pelaku, R, ternyata bukanlah orang asing. Ia adalah teman dari korban sendiri. Fakta ini mengubah persepsi kasus dari sekadar perampokan atau kejahatan jalanan biasa menjadi sebuah pembunuhan yang diduga kuat telah direncanakan dan dilandasi oleh motif pribadi.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap R untuk mendalami motif sesungguhnya di balik perbuatannya. “Pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan. Untuk motif masih kami dalami,” ujar Kasat Reskrim Polres OKI, AKP Teguh Prasetyo.
Tragedi di Cengal ini adalah cermin buram bagi kita semua. Ia menunjukkan bahwa tindak kekerasan ekstrem dengan senjata api masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. Kejadian ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga alarm bagi kita semua, khususnya Generasi Nusantara di Sumatera Selatan.
- Krisis Keamanan Personal: Betapa mudahnya nyawa bisa melayang di jalan raya, bahkan di pagi hari dan dilakukan oleh orang yang dikenal. Ini adalah panggilan bagi kita untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di manapun kita berada.
- Peredaran Senjata Api Ilegal: Kasus ini sekali lagi menyoroti masalah serius peredaran senjata api rakitan atau ilegal yang masih marak. Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi aparat penegak hukum untuk memutus mata rantai produksi dan distribusinya.
- Pentingnya CCTV: Terungkapnya kasus ini tak lepas dari peran vital kamera CCTV milik warga. Ini menjadi bukti bahwa pemasangan alat pengawas di lingkungan rumah atau tempat usaha bisa sangat membantu dalam penegakan hukum dan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.
Duka mendalam kita sampaikan kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Mari kita kawal bersama proses hukum kasus ini hingga tuntas, agar keadilan bisa ditegakkan dan kejadian serupa tidak pernah terulang lagi di bumi Sriwijaya.









