Langit Cirebon ‘Terbelah’: Saat Dentuman Misterius dan Bola Api Gegerkan Warga, BRIN Pastikan Itu ‘Tamu’ dari Luar Angkasa

Sebuah pemandangan dramatis sekaligus menegangkan baru saja terjadi di langit Cirebon dan sekitarnya. Pada Minggu (5/10/2025) malam, ketenangan warga mendadak terusik oleh suara dentuman keras yang menggelegar, disusul oleh penampakan bola api raksasa yang melesat cepat membelah angkasa. Sontak, kepanikan dan rasa penasaran bercampur aduk. Media sosial pun langsung ‘meledak’ dengan video amatir dan berbagai spekulasi.

Ada apa sebenarnya di atas sana? Apakah ini fenomena alam biasa? Atau ada sesuatu yang lebih dari itu? Di tengah kebingungan publik, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akhirnya turun tangan memberikan jawaban yang paling ditunggu-tunggu. Setelah menganalisis berbagai data dan kesaksian, BRIN mengonfirmasi: fenomena yang menggegerkan Cirebon itu adalah sebuah meteor berukuran cukup besar yang memasuki atmosfer bumi.

Bagi kita, Generasi Nusantara, yang mungkin hanya pernah melihat fenomena serupa di film-film Hollywood, kejadian ini adalah sebuah pengingat nyata tentang betapa luas dan misteriusnya alam semesta di sekitar kita. Ini bukan fiksi ilmiah; ini adalah sains yang terjadi tepat di atas kepala kita.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30 – 19.00 WIB, terutama terlihat jelas di wilayah Cirebon bagian timur seperti Kecamatan Lemahabang, hingga terasa di Majalengka dan Kuningan. Kesaksian warga yang tersebar di media sosial melukiskan gambaran yang serupa: sebuah bola api berwarna kehijauan dengan ekor kemerahan melesat dalam hitungan detik.

“Cahayanya cepat sekali, seperti bola api besar. Setelah itu langsung terdengar dentuman keras. Kaca rumah sampai bergetar, dikira gempa,” ungkap Aceng Kurniawan, salah seorang warga yang menjadi saksi mata. Kepanikan sempat terjadi karena banyak yang mengira suara dentuman itu berasal dari gempa atau petir, padahal cuaca saat itu cerah.

Fenomena ini menjadi bukti betapa kecilnya kita di hadapan kekuatan alam semesta, sebuah pertunjukan langit gratis yang memadukan antara ketakjuban dan rasa gentar.

Di sinilah peran sains menjadi sangat krusial. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Profesor Thomas Djamaluddin, bersama timnya, dengan cepat merangkai kepingan-kepingan puzzle untuk mendapatkan gambaran utuh. Mereka tidak hanya mengandalkan video viral, tetapi menggabungkan tiga sumber data utama:

  1. Kesaksian Warga: Laporan konsisten tentang penampakan bola api dari berbagai lokasi membantu memetakan arah lintasan meteor.
  2. Rekaman CCTV: Beberapa kamera pengawas berhasil merekam detik-detik bola api melintas sekitar pukul 18.35 WIB, memberikan data waktu yang akurat.
  3. Data Seismik BMKG: Ini adalah kunci konfirmasinya. Sensor gempa milik BMKG di Cirebon (ACJM) ternyata mendeteksi sebuah getaran anomali pada pukul 18.39.12 WIB. Getaran ini bukanlah gempa tektonik, melainkan shockwave atau gelombang kejut yang dihasilkan oleh meteor yang meledak di atmosfer.

Dari gabungan data inilah BRIN menyimpulkan bahwa sebuah meteor berukuran cukup besar telah melintas dari arah barat daya, memasuki atmosfer bumi di atas wilayah Kuningan dan Cirebon. Gesekan dengan atmosfer dalam kecepatan super tinggi membuatnya terbakar dan terlihat seperti bola api. Ledakan di udara akibat tekanan inilah yang menghasilkan suara dentuman dahsyat yang didengar warga.

Lalu, ke mana perginya ‘tamu’ dari luar angkasa ini? Profesor Thomas Djamaluddin memastikan bahwa berdasarkan analisis lintasan, sisa-sisa meteor tersebut jatuh di Laut Jawa, jauh dari area pemukiman. “Publik tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Fenomena ini, meskipun tergolong langka untuk bisa disaksikan secara massal seperti ini, adalah peristiwa alam yang normal. Setiap hari, bumi “dihujani” oleh batuan antariksa, namun sebagian besar habis terbakar di atmosfer dan tidak pernah mencapai daratan.

Kejadian di Cirebon adalah sebuah momen edukasi publik yang sangat berharga. Ia mengajarkan kita tentang fenomena astronomi secara langsung, menunjukkan betapa pentingnya peran lembaga riset seperti BRIN dan BMKG dalam memberikan penjelasan ilmiah yang menenangkan di tengah kebingungan, dan yang terpenting, ia mengajak kita untuk kembali menengadah ke langit dan menyadari betapa banyak keajaiban yang belum kita ketahui. Mari kita Beranjak untuk terus belajar dan mengapresiasi sains di sekitar kita!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait