
Ketenangan waktu subuh di Kota Dumai, Riau, tiba-tiba terkoyak oleh suara ledakan dahsyat yang disusul dengan kobaran api raksasa pada Kamis pagi (2/10/2025). Sumber ledakan dan kebakaran tersebut berasal dari salah satu fasilitas di Kilang Minyak Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) II Dumai, salah satu objek vital nasional yang menjadi jantung pengolahan energi di Indonesia.
Insiden mengerikan ini sontak menimbulkan kepanikan massal. Getaran yang kuat dirasakan hingga radius beberapa kilometer, membuat ribuan warga yang tinggal di sekitar kompleks kilang terbangun dari tidur dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Langit Dumai yang masih gelap seketika memerah, diterangi oleh amukan si jago merah.
Menurut laporan dan kesaksian warga, ledakan pertama terdengar sekitar pukul 04.30 WIB. Suaranya yang menggelegar seperti bom membuat banyak warga mengira telah terjadi gempa bumi.
“Saya kira gempa, seluruh rumah bergetar hebat, kaca-kaca sampai bergetar kencang. Pas lari keluar, baru terlihat api sudah membubung tinggi sekali dari arah kilang,” tutur seorang warga yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Api yang berkobar hebat dengan cepat melahap salah satu unit di dalam kompleks kilang. Kepulan asap hitam pekat membubung ke angkasa, menciptakan pemandangan yang mencekam. Ketakutan akan adanya ledakan susulan membuat suasana semakin tegang. Warga di sekitar area kilang, terutama di Kecamatan Dumai Timur, memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menghadapi situasi darurat ini, tim Pemadam Kebakaran (Fire Brigade) internal Pertamina RU II Dumai langsung bergerak cepat ke titik lokasi. Dengan sigap, mereka melokalisir api agar tidak merambat ke unit-unit vital lainnya yang bisa menimbulkan bencana lebih besar. Bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Dumai juga segera tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Pihak Pertamina, melalui keterangan pers awalnya, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina RU II Dumai, dalam keterangannya, menyatakan bahwa prioritas utama perusahaan saat ini adalah memadamkan api sepenuhnya dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kilang.
“Tim kami saat ini sedang fokus penuh pada upaya pemadaman di lapangan. Kami juga telah berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah setempat untuk menenangkan dan memastikan keamanan warga sekitar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dari ledakan dan kebakaran ini masih belum diketahui. Pertamina menyatakan akan segera melakukan investigasi mendalam setelah api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun beberapa pekerja dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sobat Beranjak, insiden di Kilang Dumai ini adalah pengingat yang sangat keras tentang betapa tingginya risiko yang ada di fasilitas-fasilitas industri strategis. Keselamatan dan keamanan (safety and security) di objek vital nasional seperti kilang minyak adalah hal yang tidak bisa ditawar sama sekali.
Mari kita kirimkan doa terbaik bagi para petugas yang sedang berjuang di garis depan untuk memadamkan api, dan bagi seluruh warga Dumai yang terdampak. Semoga api bisa segera dipadamkan sepenuhnya, tidak ada korban jiwa, dan semoga insiden seperti ini menjadi pelajaran yang sangat mahal agar tidak pernah terulang kembali di masa yang akan datang.









