
Sebuah tragedi yang merobek hati datang dari Desa Tri Dadi, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Empat orang anak, yang merupakan kakak beradik, ditemukan meninggal dunia setelah terperangkap dalam kebakaran hebat yang meluluhlantakkan rumah mereka pada Rabu dini hari, 1 Oktober 2025.
Peristiwa pilu ini meninggalkan duka yang amat mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat sekitar. Keempat korban, yang masih berusia anak-anak, ditemukan dalam kondisi yang sangat memilukan, seolah saling berpelukan di saat-saat terakhir mereka, mencoba melindungi satu sama lain dari amukan si jago merah.
Musibah tragis ini terjadi di saat sebagian besar warga tengah terlelap. Api diduga pertama kali muncul sekitar pukul 01.30 WIB dari rumah panggung semi permanen milik pasangan suami istri, Irawan (40) dan Elinda (38).
Menurut keterangan saksi, saat kejadian, kedua orang tua korban sedang tidak berada di rumah. Mereka tengah menunggui orang tua Elinda yang sedang dirawat di rumah sakit. Keempat anak mereka—Dwi (13), Caca (10), Aril (7), dan si bungsu, Arkan (4)—tertidur lelap di dalam rumah, tak menyadari bahaya yang mengintai.
Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung panik dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api yang sudah terlalu besar membuat upaya mereka sia-sia.
“Kami tahu-tahu api sudah besar. Kami teriak-teriak memanggil anak-anak itu, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Pintu rumah juga terkunci dari dalam,” tutur seorang tetangga dengan isak tangis.
Setelah api berhasil dipadamkan beberapa jam kemudian, pemandangan yang menyayat hati tersaji di hadapan petugas dan warga. Di antara puing-puing arang, keempat jenazah kakak beradik itu ditemukan di salah satu ruangan. Posisi mereka yang saling berdekatan, seolah berpelukan, membuat siapapun yang melihatnya tak kuasa menahan air mata. Sang kakak, Dwi, diduga berusaha melindungi adik-adiknya dari kobaran api di saat-saat terakhir mereka.
Aparat kepolisian dari Polsek Madang Suku I yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah keempat korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan.
Kapolsek Madang Suku I, AKP Dwi Hendro, mengonfirmasi peristiwa tragis ini. “Benar, telah terjadi kebakaran yang menewaskan empat orang anak yang merupakan kakak beradik. Penyebabnya masih kami selidiki, namun dugaan awal karena hubungan pendek arus listrik,” ujarnya.
Sobat Beranjak, tragedi di OKU Timur ini adalah sebuah duka kita bersama. Ini adalah pelajaran yang sangat pahit tentang pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di rumah yang terbuat dari material yang mudah terbakar.
Periksa kembali instalasi listrik di rumah kita. Pastikan semuanya aman dan sesuai standar. Jangan pernah meninggalkan anak-anak seorang diri di rumah tanpa pengawasan, apalagi dalam kondisi pintu terkunci.
Mari kita kirimkan doa terbaik bagi keempat almarhum, semoga mereka mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya kedua orang tua mereka, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi cobaan terberat dalam hidup mereka ini. Duka OKU Timur adalah duka kita semua.









