Detik-detik Mencekam di Sungai Musi: Kapal Karyawan OKI Pulp Terbakar Hebat, 18 Penumpang Lolos dari Maut

Suasana pagi yang tenang di perairan Sungai Musi mendadak berubah menjadi kepanikan dan ketegangan pada Senin (29/9/2025). Sebuah kapal cepat (speedboat) yang membawa belasan karyawan pabrik kertas PT OKI Pulp & Paper Mills terbakar hebat di tengah sungai. Kobaran api dan kepulan asap hitam yang membubung tinggi menjadi saksi bisu perjuangan para penumpang untuk menyelamatkan diri.

Beruntung, di tengah musibah yang mengerikan ini, kesigapan aparat dan pertolongan dari sesama pengguna sungai menjadi secercah cahaya. Seluruh 18 penumpang kapal nahas tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun harus melewati detik-detik yang mencekam. Insiden ini sekali lagi menjadi pengingat keras tentang betapa pentingnya standar keselamatan dalam transportasi air, yang menjadi urat nadi kehidupan di Sumatera Selatan.

Kejadian bermula saat kapal jenis speedboat tersebut berangkat dari dermaga di Palembang, membawa 18 karyawan yang hendak menuju lokasi pabrik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Perjalanan yang seharusnya menjadi rutinitas biasa, berubah menjadi petaka saat kapal melintas di perairan Sungai Musi.

Menurut keterangan saksi mata dan para korban, api diduga pertama kali muncul dari bagian belakang kapal, tepatnya di ruang mesin. Api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh badan kapal yang sebagian besar terbuat dari material fiber. Para penumpang yang panik sontak berusaha menyelamatkan diri, mencari pelampung, dan bersiap untuk melompat ke air.

“Api tiba-tiba besar dari belakang, asapnya hitam tebal. Kami semua panik, tidak tahu harus berbuat apa selain berusaha menjauh dari api,” tutur salah seorang penumpang yang selamat.

Di tengah situasi yang kritis, pertolongan datang dengan cepat. Tim patroli dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumsel yang sedang berpatroli di sekitar lokasi langsung bergerak menuju titik api. Tidak hanya itu, para pengemudi perahu dan kapal lain yang melihat kejadian tersebut juga secara spontan mendekat untuk memberikan bantuan.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Para penumpang, satu per satu, dipindahkan dari kapal yang terbakar ke kapal-kapal penyelamat. Kesigapan dan gotong royong inilah yang menjadi kunci tidak adanya korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh 18 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun beberapa di antaranya mengalami syok dan trauma.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan penumpang. Syukurlah semua berhasil dievakuasi tanpa ada korban jiwa. Ini berkat kerja sama dan respons cepat dari tim kami di lapangan serta bantuan dari masyarakat maritim,” ujar Direktur Polairud Polda Sumsel.

Setelah api berhasil dipadamkan dan bangkai kapal diamankan, pihak kepolisian langsung memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau masalah teknis di bagian mesin, namun kesimpulan pastinya masih menunggu hasil investigasi dari tim laboratorium forensik.

Sobat Beranjak, musibah ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Bagi para operator transportasi air, ini adalah alarm untuk tidak pernah menyepelekan perawatan rutin dan pengecekan kelayakan armada. Bagi pemerintah dan regulator, ini adalah momentum untuk memperketat pengawasan dan audit keselamatan.

Dan bagi kita sebagai pengguna, penting untuk selalu sadar akan prosedur keselamatan. Ketahui di mana letak pelampung dan jalur evakuasi saat kita berada di atas kapal. Karena di tengah keindahan Sungai Musi, selalu ada potensi bahaya yang mengintai. Mari kita doakan agar para korban diberikan ketenangan dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait