
Di tengah berbagai dinamika ekonomi global, pasar modal Indonesia justru menunjukkan taringnya. Memasuki pekan terakhir September 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa dan konsisten berada di zona hijau. Fenomena “September Ceria” ini seolah mematahkan mitos “September Effect” yang biasanya identik dengan pelemahan pasar.
Tren positif ini tentu menjadi angin segar bagi para investor, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru mau memulai. Dengan kondisi pasar yang sedang bullish atau menguat, para analis pun mulai mengeluarkan “contekan” saham-saham mana saja yang punya potensi untuk terbang lebih tinggi. Bagi kamu yang sedang mencari ide untuk berinvestasi, simak ulasan ini sampai tuntas!
Sepanjang pekan kemarin, performa IHSG patut diacungi jempol. Indeks tercatat menguat 0,60 persen, ditopang oleh berbagai sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Kepercayaan investor, termasuk investor asing, terlihat mulai pulih. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada penutupan perdagangan Jumat (26/9), investor asing mencatatkan nilai beli bersih yang cukup signifikan, mencapai Rp583,10 miliar.
Kondisi ini, menurut para analis, membuka peluang bagi IHSG untuk terus melanjutkan tren penguatannya di sisa bulan ini. Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam tren bullish baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Tentu saja, ini adalah momentum emas yang tidak boleh dilewatkan.
Lalu, saham apa saja yang layak untuk dilirik di tengah momentum positif ini? Para analis dari berbagai sekuritas telah memberikan rekomendasinya.
Salah satu analis teknikal, Herditya Wicaksana, menyoroti dua saham dari sektor yang berbeda. Pertama adalah saham dari sektor properti, Sentul City Tbk (BKSL). Saham ini dinilai punya potensi teknikal yang menarik setelah pada penutupan pekan lalu berhasil ditutup di zona hijau. Herditya memproyeksikan BKSL berpotensi melanjutkan penguatannya hingga menyentuh level harga 154.
Rekomendasi kedua jatuh pada saham dari sektor consumer goods yang sudah sangat kita kenal, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Sebagai perusahaan yang produknya (Indomie, dll.) selalu dibutuhkan masyarakat, saham ICBP dikenal sebagai saham defensif yang tahan banting. Pekan lalu, saham ini ditutup menguat 2,04 persen ke posisi Rp10.000 per lembar saham. Herditya melihat ada peluang bagi ICBP untuk terus naik hingga ke level Rp10.275 dalam waktu dekat.
Sobat Beranjak, melihat pasar saham yang sedang bergairah memang sangat menggoda. Namun, ingatlah selalu prinsip utama dalam berinvestasi: High Risk, High Return. Jangan pernah ikut-ikutan tanpa melakukan risetmu sendiri (Do Your Own Research / DYOR).
Rekomendasi dari para analis adalah panduan yang sangat berguna, tetapi keputusan akhir tetap ada di tanganmu. Pelajari fundamental perusahaan, lihat tren teknikalnya, dan yang terpenting, sesuaikan dengan profil risikomu. Apakah kamu tipe investor jangka panjang yang sabar, atau seorang trader jangka pendek yang gesit?
Mumpung pasar sedang cerah, tidak ada salahnya untuk mulai belajar dan mencicipi dunia investasi saham. Mulailah dengan modal yang kecil, pilih saham dari perusahaan yang produknya kamu kenal dan percaya, dan jangan pernah berhenti belajar. Selamat berburu “cuan”!









