
Di tengah riuh rendahnya dinamika politik pasca-pemilu, sebuah nama lama kembali muncul ke permukaan dan menjadi sorotan. Dia adalah Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan di era kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namanya kembali hangat diperbincangkan setelah ia diklaim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030.
Klaim ini sontak memantik perhatian, mengingat PPP saat ini tengah menghadapi isu dualisme kepemimpinan. Namun, di luar panasnya isu politik, sosok Agus Suparmanto sendiri sebenarnya sangat menarik untuk dikulik lebih dalam. Ia adalah perpaduan unik antara seorang pengusaha ulung, politisi, dan pernah menjadi orang nomor satu di federasi olahraga anggar. Dan satu hal lagi yang membuat publik terbelalak: total harta kekayaannya yang menembus angka triliunan rupiah.
Lahir pada 23 Desember 1965, perjalanan karier Agus Suparmanto terbilang dinamis. Sebelum namanya dikenal luas di panggung politik nasional, ia lebih dulu matang di dunia bisnis sebagai seorang pengusaha. Jabatan mentereng sebagai Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB) pernah ia sandang, menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola korporasi.
Uniknya, Agus juga memiliki gairah yang besar di dunia olahraga. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) untuk periode 2018-2022. Dari sini terlihat bahwa kepemimpinannya tidak hanya teruji di ruang rapat perusahaan, tetapi juga di arena olahraga yang menuntut strategi dan ketangkasan.
Puncak karier politiknya datang pada 23 Oktober 2019, ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Perdagangan. Meskipun masa jabatannya terbilang singkat—hanya sekitar 14 bulan hingga Desember 2020—perannya cukup strategis dalam mengawal kebijakan perdagangan Indonesia di tengah tantangan ekonomi global saat itu.
Salah satu aspek yang paling membuat publik penasaran dari seorang pejabat adalah harta kekayaannya. Dan dalam hal ini, Agus Suparmanto adalah salah satu yang paling “wah”. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang ia laporkan pada 31 Maret 2021, total kekayaan bersihnya mencapai angka yang sangat fantastis: Rp1,62 triliun!
Angka ini menempatkannya dalam jajaran pejabat negara terkaya saat itu. Dari mana saja sumber kekayaannya? Sebagian besar pundi-pundinya berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai lebih dari Rp896 miliar. Aset propertinya ini tersebar di lokasi-lokasi premium, mulai dari Jakarta Selatan, Bandung, Bali, hingga ke negara tetangga, Singapura.
Selain itu, Agus juga memiliki investasi dalam bentuk surat berharga yang nilainya tak kalah jumbo, yaitu lebih dari Rp766 miliar. Untuk urusan “garasi”, seleranya terbilang mewah namun simpel. Ia hanya melaporkan dua unit mobil, yaitu sepasang sedan Lexus senilai total Rp1,55 miliar. Aset lainnya adalah kas dan setara kas sebesar Rp51,2 miliar dan harta bergerak lainnya senilai Rp950 juta.
Tentu, sebagai seorang pebisnis, ia juga memiliki utang yang tercatat sebesar Rp91 miliar. Namun, jumlah itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan total asetnya yang luar biasa.
Kini, dengan latar belakang bisnis yang mentereng dan pundi-pundi kekayaan yang melimpah, Agus Suparmanto kembali ke arena politik untuk memperebutkan kursi pimpinan di salah satu partai Islam tertua di Indonesia. Apakah pengalamannya di dunia bisnis dan pemerintahan akan menjadi modal kuat untuk memimpin PPP? Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti, namanya akan terus menjadi pusat perhatian dalam beberapa waktu ke depan.









