Madrid Memerah: Diwarnai 7 Gol, Atletico Bantai Real Madrid dan Beri Luka Pertama Musim Ini

Ada malam-malam di mana sebuah kota terbelah, di mana gengsi dan harga diri dipertaruhkan selama 90 menit di atas lapangan hijau. Itulah yang terjadi dalam laga El Derbi Madrileño yang mempertemukan Atletico Madrid melawan rival sekotanya, Real Madrid. Namun, derbi kali ini berjalan di luar nalar. Tampil menggila di hadapan pendukungnya yang memadati Stadion Metropolitano, pasukan Diego Simeone sukses menghajar Real Madrid dengan skor fantastis 5-2!

Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah sebuah pembantaian, sebuah pernyataan supremasi yang menyakitkan bagi Los Blancos. Kemenangan ini tidak hanya memberikan Atletico tiga poin krusial, tetapi juga menodai rekor tak terkalahkan Real Madrid musim ini. Pesta tujuh gol ini menjadi bukti bahwa di laga derbi, prediksi di atas kertas seringkali tak berarti apa-apa.

Jika ada satu nama yang menjadi protagonis utama dalam drama ini, dia adalah Julian Alvarez. Penyerang asal Argentina ini tampil kesetanan dan menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan Real Madrid. Tidak hanya mencetak dua gol, pergerakannya yang liar dan tanpa henti sukses merusak konsentrasi para bek lawan sepanjang pertandingan.

Babak kedua sepenuhnya menjadi panggung bagi Alvarez. Ia membawa Atletico kembali unggul melalui eksekusi penalti yang dingin pada menit ke-51. Seolah belum puas, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63 melalui sebuah tendangan bebas melengkung yang indah, membuat kiper sekelas Thibaut Courtois tak berdaya. Dua golnya di babak kedua menjadi titik balik yang meruntuhkan mental para pemain Real Madrid.

Meskipun hasil akhirnya timpang, babak pertama sebenarnya berjalan dengan sangat seru dan seimbang. Kedua tim saling jual beli serangan dan membalas gol. Atletico membuka keunggulan lebih dulu melalui sundulan bek Robin Le Normand pada menit ke-14. Namun, Real Madrid, dengan kualitas individunya, berhasil membalikkan keadaan melalui gol Kylian Mbappe dan pemain muda sensasional, Arda Guler.

Tepat ketika babak pertama sepertinya akan berakhir untuk keunggulan tim tamu, Atletico menunjukkan mentalitas baja mereka. Di masa injury time, Alexander Sorloth berhasil menyundul masuk umpan matang dari Koke, membuat skor imbang 2-2 saat turun minum. Gol ini terbukti menjadi momentum krusial yang membakar semangat Los Rojiblancos untuk mengamuk di babak kedua.

Setelah babak kedua yang didominasi oleh dua gol Julian Alvarez, pesta gol Atletico ditutup dengan sempurna oleh sang pangeran, Antoine Griezmann, di masa injury time. Skor 5-2 menjadi penutup malam yang kelam bagi Real Madrid.

Kekalahan telak ini menjadi tamparan keras dan pelajaran yang sangat mahal. Manajer Real Madrid, Xabi Alonso, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil buruk di semua lini. “Kami tidak cukup kompetitif dan tidak berada pada level yang dibutuhkan untuk pertandingan seperti ini,” ujarnya.

Bagi kita, Generasi Nusantara, derbi Madrid kali ini adalah tontonan sepak bola yang komplet. Ada drama, kualitas individu, semangat juang yang tak kenal menyerah, dan tentu saja, hujan gol. Kemenangan ini mengangkat posisi Atletico ke peringkat empat klasemen, sementara Real Madrid, meskipun masih di puncak, posisinya kini mulai rawan digusur oleh Barcelona. Persaingan La Liga musim ini dipastikan akan semakin panas dan menyala!

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait