Jokowi Masuk Lingkaran Elite Global, Buka Suara Soal Peran Barunya di Bloomberg New Economy Forum

Sebuah kabar membanggakan datang dari panggung global. Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja dikonfirmasi akan mengemban peran strategis sebagai Penasihat Global untuk Bloomberg New Economy Forum. Ini bukan sekadar jabatan kehormatan; ini adalah pengakuan dunia atas kepemimpinan dan pengaruh Indonesia dalam percaturan ekonomi global.

Jumat sore ini (26/9/2025), Presiden Jokowi akhirnya buka suara mengenai peran barunya tersebut. Penunjukan ini menempatkan namanya sejajar dengan para pemimpin dan pemikir top dunia, memberinya panggung untuk ikut membentuk arah diskusi ekonomi global di masa depan. Bagi kita, Generasi Nusantara, ini adalah momen penting yang menunjukkan bahwa suara Indonesia semakin didengar dan diperhitungkan.

Bloomberg New Economy Forum bukanlah forum biasa. Ini adalah pertemuan tahunan eksklusif yang digagas oleh Michael Bloomberg, mengumpulkan para kepala negara, CEO perusahaan multinasional, dan inovator paling berpengaruh dari seluruh dunia. Tujuannya satu: mencari solusi konkret atas tantangan-tantangan terbesar yang dihadapi ekonomi global, mulai dari perubahan iklim, ketidaksetaraan, hingga disrupsi teknologi.

Dalam peran barunya sebagai Global Advisor, Presiden Jokowi akan bergabung dengan dewan penasihat yang berisi tokoh-tokoh sekaliber Bill Gates (pendiri Microsoft), Henry Kissinger (mantan Menteri Luar Negeri AS), dan Christine Lagarde (Presiden Bank Sentral Eropa). Tugas mereka adalah memberikan masukan, arahan, dan perspektif untuk memastikan topik-topik yang dibahas dalam forum relevan, tajam, dan berorientasi pada solusi.

“Ya, ini adalah sebuah kehormatan, sebuah kepercayaan dari komunitas internasional kepada Indonesia,” ujar Presiden Jokowi saat ditemui di Istana Negara. “Ini bukan tentang saya, tetapi tentang Indonesia. Dunia melihat kita sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar, sebagai pemimpin di ASEAN, dan sebagai contoh keberhasilan dalam mengelola tantangan.”

Penunjukan Jokowi memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pengakuan personal. Ia merepresentasikan suara penting dari negara-negara berkembang atau “Global South” di sebuah forum yang secara tradisional sering didominasi oleh perspektif negara-negara maju dari “Utara”.

Dengan pengalamannya memimpin Indonesia—negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan ekonomi yang kompleks dan dinamis—Jokowi diharapkan dapat membawa perspektif yang unik dan membumi. Ia bisa menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang terkait isu-isu seperti transisi energi yang adil, pentingnya hilirisasi industri untuk menciptakan nilai tambah, serta bagaimana ekonomi digital bisa menjadi akselerator kesejahteraan yang inklusif.

Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk secara langsung memengaruhi agenda global. Alih-alih hanya menjadi penerima kebijakan, melalui Jokowi, Indonesia kini bisa menjadi salah satu arsiteknya.

Terlepas dari pro dan kontra yang mungkin menyertai, peran baru Presiden Jokowi ini adalah sebuah warisan (legacy) yang tak terbantahkan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang fokus pada pembangunan infrastruktur, transformasi ekonomi, dan diplomasi yang aktif diakui secara luas.

Bagi kita, Generasi Nusantara, ini adalah sebuah inspirasi. Momen ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa bersaing dan duduk sejajar dengan para pemimpin dunia. Ini adalah pengingat bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan kepercayaan diri, kita bisa membawa nama Indonesia ke panggung tertinggi.

Ke depannya, publik tentu akan menantikan kontribusi nyata seperti apa yang akan diberikan Presiden Jokowi dalam forum tersebut. Namun untuk hari ini, kabar ini adalah sebuah suntikan optimisme. Sebuah bukti bahwa Indonesia terus Beranjak maju di panggung dunia.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait