
Kepedihan masih menyelimuti warga Lorong Khotib, Kelurahan 35 Ilir, setelah si jago merah melalap habis tujuh rumah pada Rabu kemarin. Namun, di tengah puing-puing yang masih hangat dan isak tangis yang belum mereda, secercah harapan datang. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir langsung di tengah-tengah warganya, bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai sesama insan yang turut merasakan duka.
Sobat Beranjak, momen yang terjadi pada Kamis pagi (25/9) ini adalah cerminan dari sebuah kepemimpinan yang merakyat dan penuh empati. Ini adalah bukti bahwa di saat-saat terberat, negara hadir untuk merangkul dan memberikan kekuatan bagi warganya yang paling membutuhkan. Kunjungan ini lebih dari sekadar seremoni; ini adalah tentang kepedulian yang tulus dan solusi yang nyata.
Sebanyak 24 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka dalam sekejap. Di tengah situasi yang serba sulit itu, kehadiran seorang pemimpin yang mau turun langsung, mendengarkan keluh kesah, dan memberikan pelukan penguat, menjadi obat yang tak ternilai harganya. Ratu Dewa berjalan di antara reruntuhan, menyapa satu per satu korban, memastikan mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini.
Bantuan Cepat dan Solusi Nyata
Kepedulian yang ditunjukkan oleh Ratu Dewa tidak berhenti pada kata-kata. Ia datang membawa bantuan darurat yang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk bertahan di hari-hari pertama pasca-bencana. Bantuan berupa beras, sembako, pakaian, kain, sarung, hingga voucher belanja langsung didistribusikan kepada mereka yang berhak.
Namun, yang lebih krusial adalah solusi cepat dan konkret untuk masalah administratif yang seringkali menjadi mimpi buruk bagi korban kebakaran. Ratu Dewa memberikan jaminan bahwa seluruh dokumen kependudukan yang hangus terbakar, seperti KTP dan Kartu Keluarga, akan diurus dan diterbitkan kembali dalam waktu singkat, 1×24 jam.
“Jangan khawatir soal dokumen kependudukan, kami akan pastikan selesai dalam satu hari. Gratis, tanpa biaya apapun,” tegas Ratu Dewa di hadapan para korban.
Lebih dari itu, pemerintah kota juga akan menjembatani dan mempermudah pengurusan dokumen-dokumen penting lainnya yang turut menjadi abu, seperti ijazah, STNK kendaraan, hingga surat-surat rumah. Pemkot akan berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian, sekolah, dan instansi terkait untuk memastikan warga tidak dipersulit dalam prosesnya. Ini adalah sebuah langkah progresif yang menunjukkan birokrasi yang melayani dan memahami kondisi darurat warganya.
Cerminan Nilai Gotong Royong dan Kepemimpinan yang Menginspirasi
Apa yang dilakukan oleh Ratu Dewa adalah cerminan dari nilai luhur gotong royong dan kepemimpinan yang inspiratif. Ini sejalan dengan semangat yang diusung Beranjak untuk selalu mengangkat kisah-kisah yang membangkitkan optimisme dan merayakan potensi lokal, termasuk potensi dalam kepemimpinan.
Kunjungan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kehadiran. Di era digital di mana simpati seringkali cukup diwakilkan oleh ketikan di media sosial, kehadiran fisik seorang pemimpin memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi mereka yang tertimpa musibah. Ia membangun kembali kepercayaan dan menunjukkan bahwa sistem sosial kita masih bekerja.
Bagi kita, Generasi Nusantara di Palembang, momen ini adalah contoh nyata dari politik yang berwajah manusiawi. Sebuah pengingat bahwa di balik jabatan dan kekuasaan, tugas utama seorang pemimpin adalah melayani dan melindungi warganya. Semoga kepedulian dan gerak cepat yang ditunjukkan oleh Ratu Dewa dan jajarannya bisa menjadi standar baru dalam penanganan bencana di kota kita, menciptakan Palembang yang lebih tangguh, peduli, dan solid.









