Palembang Semakin Terkoneksi: 50 Titik Internet Gratis Aktif, Jembatan Digital bagi Kreativitas Anak Muda

Di era digital saat ini, akses internet bukan lagi sekadar kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Ia adalah kunci untuk membuka jendela informasi, gerbang menuju peluang pendidikan, dan panggung untuk berekspresi. Memahami hal ini, Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah progresif yang patut diacungi jempol.

Sobat Beranjak, kini sebanyak 50 titik internet nirkabel (WiFi) gratis telah resmi terpasang dan dapat diakses oleh seluruh warga di 18 kecamatan. Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mewujudkan Palembang sebagai Smart City, sebuah kota cerdas yang memberdayakan warganya melalui teknologi. Ini adalah kabar inspiratif, terutama bagi kita, Generasi Nusantara, yang hidup dan berkarya di tengah pusaran arus digital.

Program ini lebih dari sekadar menyediakan koneksi gratis. Ia adalah investasi pada sumber daya manusia. Dengan adanya akses internet yang mudah dijangkau di ruang-ruang publik, seperti kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) yang ikonik dan Taman Kambang Iwak yang selalu ramai, pemerintah membuka pintu bagi siapa saja untuk belajar, berinovasi, dan bertumbuh.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam pernyataannya menekankan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet untuk berbagai aktivitas. Mulai dari pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan sumber referensi tak terbatas, hingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini dapat memasarkan produknya lebih luas. Ini adalah wujud nyata dari pelayanan publik yang relevan dengan zaman.

Menerjemahkan Koneksi Menjadi Peluang

Apa makna 50 titik internet gratis ini bagi anak muda Palembang? Jawabannya: peluang tak terbatas. Bayangkan seorang mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Kini, ia tak perlu lagi pusing memikirkan kuota internet yang menipis. Cukup datang ke salah satu taman kota atau ruang publik yang telah terpasang WiFi, ia bisa mengakses jurnal internasional, mengikuti kuliah daring, atau berkolaborasi dengan temannya tanpa hambatan.

Bagi para calon wirausahawan atau pegiat startup, fasilitas ini adalah inkubator digital di ruang terbuka. Mereka bisa melakukan riset pasar, membangun jejaring, atau bahkan mengelola bisnis online mereka dari bangku taman. Kawasan UMKM di Jalan Kamboja dan Kampung Sayur Cempako yang juga menjadi lokasi pemasangan WiFi adalah bukti nyata keberpihakan pada ekonomi lokal. Para pelaku usaha di sana kini bisa langsung mempromosikan produknya di media sosial, melayani pesanan online, dan meningkatkan literasi digital mereka untuk bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang, Adi Zahri, setiap titik WiFi dirancang untuk dapat diakses oleh sekitar 50 pengguna secara bersamaan, dengan kecepatan yang memadai untuk menunjang aktivitas digital harian. Ini adalah sebuah langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan digital (digital divide) dan memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi.

Fondasi Menuju Palembang Kota Cerdas yang Inklusif

Pemasangan 50 titik internet gratis ini barulah permulaan. Pemerintah Kota Palembang telah memiliki peta jalan yang jelas untuk memperluas jangkauan program ini hingga mencapai total 138 titik di masa mendatang. Visi besarnya adalah memastikan tidak ada lagi sudut kota yang tertinggal dalam hal konektivitas.

Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai inti Beranjak: Progresif, Inklusif, dan Memberdayakan. Progresif, karena mengadopsi teknologi untuk kemajuan kota. Inklusif, karena fasilitas ini bisa dinikmati oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Dan Memberdayakan, karena setiap koneksi yang terjalin membuka potensi baru bagi individu untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Langkah ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi. Meskipun merupakan program pemerintah, keberhasilannya akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini secara positif dan bertanggung jawab. Kita sebagai anak muda bisa menjadi agen perubahan dengan menggunakan akses internet ini untuk hal-hal yang produktif: membuat konten kreatif yang mempromosikan budaya Palembang, membangun komunitas belajar online, atau memulai gerakan sosial.

Pada akhirnya, internet gratis bukan hanya tentang kuota. Ini adalah tentang akses, kesempatan, dan pemberdayaan. Dengan semakin banyaknya warga Palembang yang terkoneksi, kita bisa berharap akan lahir lebih banyak inovasi, ide-ide brilian, dan kisah sukses dari Bumi Sriwijaya. Palembang sedang “Beranjak” menjadi kanvas digital raksasa, dan kini kuasnya ada di tangan kita semua.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

| Artikel Terkait