
Sobat Beranjak di Pagar Alam dan sekitarnya, di balik berjalannya roda pelayanan publik di kota kita, ada ribuan tenaga honorer yang nasibnya masih di ujung tanduk. Mari kita selami perjuangan mereka untuk mendapatkan kepastian status.
Sebanyak 1.737 tenaga honorer di Kota Pagar Alam saat ini tengah berjuang dan menaruh harapan besar untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Perjuangan mereka kini mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Kepastian status menjadi dambaan ribuan honorer ini setelah bertahun-tahun mengabdi di berbagai instansi pemerintahan di Pagar Alam. Anggota DPRD Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menegaskan komitmennya untuk mengawal perjuangan para honorer ini hingga tuntas.
“Data honorer di Pagar Alam saat ini ada 1.737 orang. Tentu ini akan terus kami perjuangkan agar mereka semua bisa diangkat menjadi PPPK, meskipun itu paruh waktu,” ujar Ludi.
Opsi PPPK Paruh Waktu muncul sebagai salah satu solusi dari pemerintah pusat untuk menata status tenaga non-ASN di seluruh Indonesia. DPRD Pagar Alam berjanji akan terus berkomunikasi dan mendorong pemerintah kota serta pemerintah pusat agar aspirasi para honorer ini bisa segera terealisasi.
Sobat Beranjak, isu ini bukan sekadar tentang angka atau status kepegawaian. Ini adalah tentang penghargaan atas pengabdian dan kepastian masa depan bagi ribuan orang yang telah menjadi tulang punggung pelayanan publik di Pagar Alam—mulai dari sekolah, puskesmas, hingga kantor-kantor dinas.
Perjuangan mereka adalah perjuangan kita bersama untuk sistem birokrasi yang lebih adil dan manusiawi. Dukungan yang ditunjukkan oleh DPRD Pagar Alam menjadi secercah harapan dan bukti bahwa suara-suara di tingkat akar rumput didengarkan.
Kita semua berharap perjuangan panjang para honorer ini akan segera menemukan titik terang. Karena di balik setiap layanan publik yang kita nikmati, ada kerja keras dan dedikasi mereka yang layak mendapatkan kepastian.









