
Sobat Beranjak di Sumatera Selatan, ada kabar penting dari sektor pertanian di Musi Rawas yang berdampak langsung pada para petani kita. Sebuah kebijakan baru dari Bulog menuntut para petani untuk lebih adaptif dan kreatif.
Perum Bulog Kantor Cabang Pembantu (Kancab) Lubuklinggau, yang menaungi wilayah Musi Rawas, telah menghentikan sementara penyerapan gabah kering panen langsung dari petani. Akibatnya, para petani kini harus “putar otak” dengan mengolah gabah mereka terlebih dahulu menjadi beras sebelum bisa menjualnya ke Bulog.
Kepala Perum Bulog Kancab Lubuklinggau, Adella, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil karena saat ini fokus Bulog adalah menyerap hasil panen dalam bentuk beras. Penghentian serapan gabah ini bersifat sementara, namun belum ada kepastian kapan akan dibuka kembali.
“Untuk saat ini, kita stop dulu penyerapan gabah kering panen. Kita fokus ke penyerapan beras,” ungkap Adella.
Kebijakan ini tentu menjadi tantangan baru bagi para petani di Musi Rawas. Jika sebelumnya mereka bisa langsung menjual gabah hasil panen, kini mereka harus menempuh proses tambahan, yaitu menggiling gabah menjadi beras. Proses ini tidak hanya membutuhkan waktu tetapi juga biaya tambahan untuk penggilingan.
Di tengah tantangan ini, terlihat semangat juang dan daya adaptasi yang luar biasa dari para petani lokal. Mereka tidak pasrah pada keadaan, melainkan langsung mencari solusi dengan mengubah model bisnisnya, dari penjual gabah menjadi penjual beras.
Fenomena ini adalah cerminan dari semangat Lokal Berdaya. Meskipun menghadapi perubahan kebijakan yang tiba-tiba, para petani menunjukkan resiliensi dengan mengambil langkah lebih jauh dalam rantai pasok pangan. Secara tidak langsung, ini juga berpotensi meningkatkan nilai jual hasil panen mereka.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, Sobat Beranjak, bahwa para pahlawan pangan di daerah kita terus berinovasi menghadapi segala tantangan. Semoga ada dukungan dari pihak terkait untuk mempermudah proses adaptasi mereka, misalnya dengan bantuan akses ke fasilitas penggilingan yang efisien.









