
Sobat Beranjak, pernahkah kamu merasa cerita film atau serial yang ada sekarang terasa itu-itu saja? Di tengah gempuran konten global, ternyata harta karun cerita paling seru justru ada di halaman belakang rumah kita sendiri.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Fadli Zon, memberikan sentilan sekaligus ide brilian bagi industri kreatif tanah air. Ia menegaskan bahwa cerita rakyat Indonesia yang sangat beragam adalah sumber ide tak terbatas yang bisa dikembangkan menjadi film-film berkualitas, bahkan berpotensi mendunia.
Dalam sebuah diskusi, Fadli Zon menyoroti bagaimana banyak negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat (Hollywood) sangat lihai dalam mengemas cerita legenda dan sejarah mereka menjadi produk budaya populer yang sukses. Menurutnya, Indonesia punya modal yang jauh lebih kaya untuk melakukan hal serupa.
“Kita ini kaya sekali dengan cerita rakyat, legenda, mitos, dan sejarah. Ini semua adalah bahan baku yang luar biasa untuk industri film kita,” ujarnya. Ia mendorong para sineas dan penulis skenario muda untuk tidak ragu menggali dan menginterpretasikan ulang kisah-kisah seperti Malin Kundang, Sangkuriang, atau ribuan cerita lainnya dari seluruh Nusantara.
Bayangkan betapa kerennya jika kisah-kisah tersebut diangkat dengan teknologi sinematografi modern dan penceritaan yang relevan dengan zaman sekarang. Ini bukan hanya soal melestarikan budaya, tapi juga soal menciptakan karya yang punya nilai jual tinggi.
Ini adalah sebuah tantangan sekaligus peluang emas bagi kamu, Generasi Nusantara yang bergerak di industri kreatif. Pernyataan Fadli Zon adalah pengingat bahwa untuk menjadi global, kita tidak perlu meniru orang lain. Justru dengan menggali keunikan budaya sendiri, kita bisa menciptakan sesuatu yang orisinal dan memukau dunia.
Kisah Si Kancil yang cerdik bisa menjadi film animasi sekelas Disney, atau legenda Calon Arang bisa diadaptasi menjadi serial fantasi epik yang menegangkan. Potensinya tidak terbatas!
Jadi, daripada menunggu ide dari luar, kenapa tidak mulai Beranjak untuk melihat kembali cerita-cerita yang diwariskan nenek moyang kita? Siapa tahu, di sanalah ide besar pertamamu bersembunyi.









