
Sobat Beranjak, dalam dunia olahraga, kisah tentang bangkit dari keterpurukan selalu punya tempat istimewa. Kali ini, cerita inspiratif datang dari penyerang Manchester United, Marcus Rashford, yang mendapat pengakuan tulus dari salah satu pelatih top dunia.
Manajer FC Barcelona, Hansi Flick, secara terbuka melayangkan pujian tinggi untuk Marcus Rashford. Bukan hanya soal kecepatan atau golnya, Flick secara spesifik menyoroti kekuatan mental dan karakter Rashford yang berhasil bangkit dari periode paling sulit dalam kariernya.
Kita semua tahu, beberapa musim lalu Rashford sempat mengalami penurunan performa yang drastis dan menjadi sasaran kritik tajam. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dan kembali menjadi salah satu pemain paling berbahaya di Eropa. Perjalanan inilah yang membuat Hansi Flick angkat topi.
“Dia (Rashford) punya segalanya untuk menjadi pemain top. Tapi yang lebih penting, dia telah menunjukkan karakternya,” ujar Flick dalam sebuah wawancara. “Dia berhasil bangkit dari masa sulit, dan itu menunjukkan betapa kuat mentalnya. Barcelona sangat senang memiliki pemain dengan kualitas dan kepribadian seperti dia.”
Pujian dari seorang pelatih sekaliber Flick tentu bukan sekadar basa-basi. Ini adalah pengakuan atas kerja keras, ketekunan, dan resiliensi—nilai-nilai yang seringkali lebih penting daripada sekadar bakat.
Kisah Rashford ini adalah cerminan sempurna bagi Generasi Nusantara. Dalam karier, studi, atau kehidupan pribadi, kita semua pasti akan menghadapi tantangan dan “masa sulit”. Apa yang dialami Rashford mengajarkan kita bahwa keterpurukan bukanlah akhir, melainkan sebuah babak yang bisa dilewati dengan mental yang kuat dan pantang menyerah.
Ini bukan lagi sekadar berita sepak bola, Sobat Beranjak. Ini adalah pelajaran tentang kekuatan karakter. Hansi Flick tidak hanya melihat seorang pemain di lapangan, tetapi juga seorang pribadi yang berhasil memenangkan pertarungan terbesar: pertarungan dengan diri sendiri. Inspiratif!









